Select Menu
Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Donasi Untuk Palestina

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner





Siapapun pemenang Pilpresnya sebagaimana yang ditentukan oleh rekapitulasi suara di KPU,, kita harus menghormatinya,,

Sikap kami,  redaksi ‘beritatakbiasa’ sangat jelas,, mendukung kebijakan Presiden terpilih, sebagaimana nasehat dari Ibunda Sinta Nuriyah Abdurrahman Wahid.

Jika ada capres tidak menerimanya dan mengajukan gugatan, biarkan ditempuh di jalur hokum. Sama sekali tidak mengurangi keputusan KPU terhadap Presiden Terpilih.

Meski demikian, Proses Hukum terhadap kecurangan-kecurangan di Pilpres 2014 ini harus dilanjutkan. Dan jika ditemukan indikasi penyimpangan, maka pihak yang bersangkutan harus dihukum secara setimpal. Karena ini adalah Negara Hukum.

Biarkan Jokowi menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia. Kami ucapkan Selamat kepada beliau. Tetapi, sebagai Presiden sekaligus sebagai WNI, ia tidak lah kebal terhadap hokum. Jika terindikasi terlibat dalam kecurangan Pilpres, maka harus juga ditindak secara tegas.

Tingginya potensi penyimpangan lebih dari 20 Juta suara tidak mungkin diabaikan. Bagaimana mungkin di Papua,, Jumlah DPT > Jumlah Total Penduduk? Bagaimana Bisa???

Semakin besar penyimpangan,,  semakin besar pula pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Seberapapun besarnya pihak yang terlibat,, hukum mesti ditegakkan.

Klo sekedar kisruh karena terlambat datangnya segelintir pemilih di Hong Kong dipermasalahin,, kenapa kasus yg jauh lebih besar dicuekin? 

Ini bukan lagi sekedar siapa presidennya,, karena itu sudah gak penting. Yang terpenting adalah Kepercayaan sistem Demokrasi itu sendiri. 

Di Filipina saat ini, Mantan Presidennya, Gloria Macapagal Arroyo, terancam dipidanakan, menyusul dugaan kasus kecurangan Pilpres 2004. Meski sudah 10 tahun, kasus tidak dipetieskan, karena kekuatan oposisi masih solid selama sepuluh tahun. 

Nasib Gloria Macapagal Arroyo dapat pula terjadi pada pemenang Pilpres kali ini.  Oke,, Selamat menikmati Jabatan Presiden, Pak Jokowi, ku tunggu janji-janjimu



By: TM2000

1. Eng ing eeng .. Tanpa bermaksud sebarkan kebencian SARA melainkan semata2 beri penyadaran pada rakyat Indonesia khususnya etnis tionghoa

2. Kita harus bisa bedakan antara penyebaran kebencian bernuansa SARA dengan fakta2 yg mengancam keutuhan RI dan kedaulatan rakyat


3. Subtansi pembahasan kita siang ini adalah tentang fakta ketimpangan sosial ekonomi, kesejahteraan, penguasaan sumber daya dan produksi

4. Kondisi ini diperburuk dgn rencana sebagian komunitas elit etnis tiinghoa merebut kendali kekuasaan melalui penciptaan jokowi sbg boneka

5. Kedatangan orang2 cina ke Indonesia scra massal dimulai sejak penjajahan Belanda di bumi nusantara. Impor puluhan ribu org cina dilakukan

6. Puluhan ribu orang cina didatangkan dari china daratan. Mereka dikenal dgn nama Collies atau Kuli. Mereka pekerja utk proyek2 Kolonial

7. Ketika proyek2 kolonial dilakukan di Nusantara pada awalnya dikerjakan oleh ribuan kuli cina yg didatangkan dari China Daratan

8. Jumlah mereka semakin banyak ketika diberlakukan tanam paksa oleh kolonial belanda. Didatangkan ke Tanah Deli, batavia, jawa timur dst

9. Di Tanah Deli merekalah yang awalnya menjadi buruh perkebunan tembakau dan karet. Di Jawa Timur sebagai buruh perkebunan tebu dst

10. Perbedaan etnis cina keturunan pengembara atau penyiar agama islam dgn etnis china yg didatangkan sbg kuli oleh belanda sgt jelas

11. Etnis cina yg pedagang, penyiar agama islam dan sejenisnya mengutamakan akulturasi/asimilasi dgn penduduk pribumi

12. Sedangkan etnis cina keturunan kuli yg didatangkan belanda secara paksa yg jumlahnya jauh lebih banyak, membangun komunitas ekslusif

13. Ketika peradaban kolonial berubah, politik etis mulai diterapkan belanda, etnis cina berubah peran menjadi mediator eropa ke pribumi

14. Profesi kuli dialihkan ke pribumi dan etnis cina ex impor tadi berubah menjadi pedagang, distibutor, supplier barang2 kebutuhan pribumi

15. Sedangkan kaum pribumi dipersulit untuk menjadi pedagang oleh pemerintah kolonial. Itu sebabnya mental dan karakter niaga tdk mengakar

16. Fakta sejarah menunjukan bhw perjuangan merebut kemerdekaan Indonesia tdk dibantu sama sekali oleh etnis cina keturunan kuli ini

17. Peran mereka baru mulai ada ketika revolusi mempertahankan Kemerdekaan paska proklamasi 45. Sebelumnya hmpir tdk ada sama sekali

18. Dominasi etnis cina di sektor ekonomi pada masa kolonial dilanjutkan pada masa kemerdekaan. Pribumi tdk mampu kelola prshan2 ex belanda

19. Program Benteng dalam rangka menciptakan komunitas pengusaha, pedagang dan industrialis pribumi gagal total setelah berjalan 7 tahun

21. Akibatnya pribumi semakin tertinggal dan karakter pribumi sbg pengusaha /wiraswasta tdk terbentuk. Pribumi menjadi bangsa pegawai, buruh

22. Akibatnya ketergantungan RI terhadap peran etnis cina sbg penyokong pembangunan ekonomi semakin besar. BUMN2 tdk mampu mengambil alih

23. Kondisi ini semakin buruk ketika era reformasi dimana pemerintah terapkan persaingan bebas di dunia usaha. Etnis cina makin mendominasi

24. Seperti anak balita yg baru bs berjalan dipaksa bersaing lomba lari dgn orang dewasa yg gunakan mobil ferari. Itulah potret sesungguhnya

25. Era reformasi memberikan kesempatan tanpa batas kepada seluruh warga negara tanpa kecuali. Akibatnya RI diambang kehancuran. Berbahaya

26. Opini yang dibentuk oleh media massa yang mayoritas milik etnis cina menempatkan seolah2 etnis cina menjadi korban diskiriminasi orba

27. Faktanya adalah tdk demikian. Orba hanya membatasi hak politik etnis cina, hak mana yg juga dibatasi utk mayoritas rakyat pribumi

28. Elit politik atau pribumi yg berkuasa pada masa Orba melalui jalur ABG (Abri, Birokrasi, Golkar) bukan representasi kaum pribumi

29. Kita sama2 tahu siapa saja kaum pribumi elit penguasa pada masa orba. Semuanya adalah kroni2 Suharto, kecuali diakhir masa kekuasaannya

30. Diakhir kekuasaannya, awal thn 1990an pribumi dan islam mulai diberi porsi yg wajar sesuai dgn jati diri sbg pemilik sejati negeri ini

31. Namun, apa lacur, tdk sampai 8 tahun pribumi dan Islam mulai tumbuh berkembang, RI dihancurkan oleh konglo2 cina dgn manfaatkan krismon

32. Kebijakan Pakto 88 oleh JB Sumarlin menyebabkan pertumbuhan bank swasta baru tdk terkontrol pengawasannya, 90% milik etnis cina

33. Ketika krisis moneter datang, ratusan bank milik etnis cina itu ambil kesempatan dgn merampok sendiri banknya dan menagih kerugian ke BI

34. Lebih 600 triliun terpaksa dikucurkan oleh BI ke bank2 tsb dlm skema BLBI yg dibantu oleh oknum2 pejabat BI pengkhianat negara

35. BLBI yg menjadi penyebab kehancuran kedaulatan ekonomi & politik RI akibat LOI IMF, adalah wujud nyata pengkhianatan konglo2 cina hitam

36. Sebelumnya, Regim Orba dgn begitu mudahnya memberikan konsesi dan privileges di sektor ekonomi kepada pengusaha2 cina kroni cendana

37. Penguasaan hutan, perkebunan, tambang jutaan hektar monopoli impor, produksi, distribusi dll diberikan kepada pengusaha2 cina kroni orba

38. Sekarang ini memang konglo cina hitam perampok SDA, Uang dan kekayaan negara memang tdk tampil terbuka. Disamarkan dgn proxy2nya

39. Peristiwa Mei 98 mengajarkan konglo2 cina utk tdk terlalu demonstratif memamerkan konglomerasi dan kerajaan bisnisnya. Mrka samarkan

40. Kita tdk bisa membantah fakta bhw 150 orang terkaya RI > 90% nya adalah etnis cina, bahkan 10 orang Terkaya RI tdk seorang pun pribumi

41. Fakta lebih tragis jika kita lihat 1000 atau 10.000 orang terkaya RI, tetap saja > 90% nya adalah etnis cina. Lalu utk apa RI merdeka ?

42. Era reformasi yg memberi kesempatan dan hak yg sama thdp seluruh warga negara dlm berpolitik melahirkan ancaman serius thdp NKRI

43. Sebagian komunitas konglomerat hitam cina indonesia menyusun rencana utk meraih kendali kekuasaan Ri melalui bonekanya : Jokowi Ahok

44. Memang tdk semua komunitas cina indonesia mau bergabung dgn konspirasi "konglomerat cina - China Connection - Arkansas Connection" ini

45. Komunitas Tinghoa Indonesia terbesar yakni INTI tdk bersedia bergabung dlm konspirasi elit cina menjajah RI melalui si boneka Jokowi

46. Konspirasi China Connection dibantu Arkansas Connection dimana james riady cs sbg agta elit dan sohib kental Clinton ini sgt berbahaya

47. Dengan uang pemenangan yg tdk terbatas, jaringan media dalam dan luar negeri, berbagai sayap organisasi, mereka dgn mudah membetuk opini

48. Untuk intermezo silahkan simak >> FAKTA-FAKTA BUDAYA CINA YANG MERUSAK NEGERI KITA INI http://t.co/Fq3I4CCfXR

49. Simaklah untuk introspeksi diri >> "SALAHKAH JIKA KAMI SEBUT ETNIS CINA SERAKAH?" http://t.co/fM9V8BXSjE

50. Lihatlah bgmn konglomerat cina hitam menghancurkan kedaulatan ekonomi & politik RI http://t.co/609RV9WfbK

51. Bahkan di Century pun konglomerat cina hitam HM Sampurna, Robert Tantular cs ikut merampok negara http://t.co/VfJqdYFVnP

52. Dari Edy Tansil yg merampok Bapindo hingga The Hok Bing yang merampok tanah setneg di kemayoran http://t.co/IVWGhuHKoN

53. Antony salim putra sudono salim, konglomerat cina terkaya, mentor James Riady, otak pencapresan Jokowi http://t.co/DD5akczfeS

54. Seorang analis intelijen senior mengungkapkan analisanya yg menarik ttg antony salim ini yg tetap membiarkan rumah klrga yg terbakar

55. Antony salim perampok 56 triliun BLBI via BCA, skrg pemilik Bank Mega dan konglomerasi lainnya, tetap biarkan rumah mereka yg hangus 98

56. Analisa senior kami itu adalah, rumah Liem Sioe Liong yg dibakar massa 98 dulu, sengaja dibiarkan apa adanya utk : MONUMEN PERINGATAN

57. Rumah Salim yg terbakar dan tetap dibiarkan, tdk direnovasi diduga sbg monumen memotivasi keluarga Salim utk payback, balas dendam

58. Rumah hangus itu akan terus memompa semangat mereka utk pada saatnya nanti mereka akan berkuasa kembali malah melebihi jaman Orde Baru

59. Kini antony salim via Chairul Tanjung melalui jaringan bank mega dan transcorps miliknya jd insiator dan penyadang dana RELAWAN JOKOWI

60. Dari Bank Mega, Trans Corp & jaringan salim grup lah relawan2 dan sayap kampanye Jokowi dibiayai. Kami tahu fakta itu, Presiden jg tahu



61. Utk lebih mudah memahaminya simaklah bagan disamping ini >>> http://t.co/el6Pm2BHw6
62. Bgmn peran sudono salim (ayah antony salim), muchtar Riady (ayah james riady), antony & james? Simak > http://t.co/gKBap3VYoj
63. Krn Clinton saat itu presiden AS, James Riady cs yg sdh terbukti sbg agen Intelijen China dihukum ringan http://t.co/6c0OHWHaXW
64. Lihat bagaimana bantuan balas budi Clinton kepada James Riady >> http://t.co/j6uMmDSLQD
65. Lihat bgmn Arkansas Connection memberikan bantuan kepada James Riady cs http://t.co/HbN2Zb4Tb6
66. Jika James Riady dgn bantuan pemerintah china berhasil dorong Clinton jd presiden AS, kenapa Jokowi tdk? http://t.co/k9T9ApIzXA
67. Konspirasi China Connection bisa menyusup ke pemerintahan AS, apalagi Indonesia ! http://t.co/ZrLRIpC6nh
68. Rakyat AS menjuluki Clinton sbg Presiden China AS Pertama dlm sejarah. Thanks to James Riady cs http://t.co/YFQatyUcS3
69. Perpindahan agama James Riady ke Kristen Evangelis, utk meneguhkan kakinya di AS via Pat Robertson http://t.co/T42PCCMucq
70. http://t.co/05MATlZg4x sebelum dibeli Antony Salim via proxynya Chairul tanjung pernah muat ini http://t.co/LsaobB9D7i
71. media AS saja concern dengan bahayanya majikan jokowi, si james riady ini. Masak rakyat RI tidak? http://t.co/mFSHLt4n1X
72. Sila anda cari sendiri, begitu banyak kaitan james riady & stanley greenberg, otak citra palsu jokowi http://t.co/U54PxoD8WD
73. Syukur alhamdulillah Megawati tdk bersedia mengusung Jokowi sbg capres dari PDIP. Mega sdh tahu semuanya. Namun, kini Mega mau dikudeta
74. Mereka berusaha memanfaatkan segelintir tokoh pribumi utk raih kekuasaan cina via jokowi boneka https://t.co/sApbugEd2j
75. Lihatlah tatapan mata penuh makna sinis Mega pada Jokowi si boneka gelembuk mainan konglo cina http://t.co/ypstg0ZcQ4
76. Lihat betapa licik mereka, evan greenberg saudara stan greenberg datang ke RI puji2 jokowi. Palsu ! http://t.co/xk1cyPRp9d
77. Lihat stanley greenberg mau cuci otak rakyat Indonesia dgn pencitraan palsu jokowi di koran James Riady http://t.co/eIlvLQ5Z9L
78. Mau bukti apalagi bhw arkansas connection membantu james riady dan china connection berkuasa di RI ? http://t.co/e1rLcnWDGr
80. Ini media bayaran james riady cs yg balik memfitnah P Demokrat sbg penyewa Greenberg. Halo Peter Sondakh http://t.co/89XS7y3jsP
81. Bagi yg belum tahu, SBY dan Partai Demokrat RI didukung oleh Partai republik AS, persisnya saat george bush Jr berkuasa sbg presiden AS
82. Sekedar mengulang, SBY diendors P Republik pada thn 2003 saat Presiden Megawati menolak permintaan Bush utk dukung serangan AS ke Irak
83. Tidak tanggung2, Dubes israel utk singapura menyusup ke rombongan menlu inggris utk konsolidasi Jokowi http://t.co/mSMomDe4kV
84. Menlu AS datang ke Jakarta atas saran Clinton ke Obama utk dukung Jokowi sesuai pemintaan james riady http://t.co/MjIVtptgZo
84. Mau bukti? silahkan cermati agenda Menlu AS John Kery yg juga agta arkansas connection, teman sohib James Riady & klien/teman Greenberg
85. Untuk lebih mengenal James Riady si majikan dan pengendali Jokowi Ahok, merebut kekuasaan di RI http://t.co/abNKNMbG2X
86. Tidak semua konglo cina/tionghoa ambisi serakah kuasai RI. Kwik, arif budiman, dll nasionalis sejati http://t.co/0Sptclnb7c
87. Mau tahu sekilas James Riady bos besar, tuan dan majikan Jokowi ahok? Sila simak >> http://t.co/jt33uVf93X
88. Hampir 87% media nasional dimiliki konglomerat cina atau dibayar utk dukung Jokowi ternasuk republika http://t.co/eUqNFvXpAN
89. Termasuk para pengamat, akademisi, politisi, lembaga survey dst..diboron konglo2 hitam cina demi sukseskan Jokowi si Boneka Daraemon
90. Sebarkanlah pengetahuan ini demi menyelamatkan negara kita tercinta dari penjajahan segelintir konglo cina serakah tak tahu diri
91. Jgn pernah tergoda menjual iman, patriotisme, nasionalisme dan jiwa raga kita hny demi uang tak seberapa dari konglo2 cina & antek2nya
92. Cermati siapa Jokowi, bgmn kaitannya dgn edward suryajaya, james riady, antony salim, peter sondakh, edi/popo suriatmadja, eka cipta dll
93. Pelajari bgmn konglo2 cina menghancurkan Indonesia dgn merampok SDA, merampok bank2 negara dan banknya sendiri, gelapkan pajak dst
94. Pelajari modus konglo2 cina dan antek2nya ketika kita bicara mengenai rencana busuk mereka, kita pasti dituduh fitnah, SARA, bayaran dst
95. Perhatikan media2 : Kompas, detikcom, SCTV, Trans TV, republika, TEMPO, suara pembaruan/beritasatu (First media) cuci otak rakyat RI
96. Jaga sebaik2nya Mega/PDIP, jgn sampai Mega digulingkan segala cara termasuk modus film sukarno kemarin yg mau hancurkan citra B Karno
97. Para konglo hitam cina dibantuk antek2nya di PDIP seperti mauarar sirait, sabam sirait, panda nababan cs berusaha gulingkan megawati
98. Selama Megawati masih hidup dan bernafas, PDIP tdk akan pernah calonkan Jokowi si boneka konglo cina. Jagalah jgn sampai terjadi apa2
99. Demkian dulu, tentang segelintir etnis cina yg nafsu syahwat berkuasanya sdh diubun2 dan ingin jajah RI tercinta via Jokowi. MERDEKA !



 Oleh: Iwan Yuliyanto ( http://iwanyuliyanto.wordpress.com )

–: Mari kembali belajar membaca media, agar tidak tergiring jurnalisme prasangka.
Bismillah … 

Islam memerintahkan umatnya untuk mengkonsumsi makanan / minuman yang halal, dan menghindari yang haram. Halal-haram bagi Islam menyangkut akherat. Pangan yang halal baik dari segi bahan baku, bahan tambahan, cara produksinya sampai bisa dikonsumsi orang Islam harus jelas agar tidak menimbulkan dosa. Karena rumitnya pengelolaan ini, maka perlu ada sebuah lembaga khusus untuk mengaudit dan memberikan sertifikasi halal. Dengan lahirnya Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM-MUI) sejak 6 Januari 1989, setidaknya memberi harapan besar pada umat Islam di Indonesia.

Entah apakah karena ingin menggagalkan RUU Jaminan Produk Halal yang kini sedang digodok di DPR, Majalah Tempo edisi 24 Februari – 2 Maret 2014 telah mendiskreditkan LPPOM-MUI. Tempo berupaya mencari titik lemah lembaga ini lewat salah satu Ketua MUI ‘yang diduga bermain uang’ untuk pelabelan halal ini.
Cover majalah berupa ilustrasi kaleng dengan gambar babi dengan tulisan dibawahnya “DIJAMIN HALAL” dengan logo MUI. Di samping kaleng itu ada tulisan: “ASTAGA! LABEL HALAL. Petinggi Majelis MUI ditengarai memperdagangkan label halal. Tempo melacak hingga Australia dan Belgia.”

MUI adalah lembaga yang diberi wewenang melabeli halal suatu produk, termasuk produk luar yang akan masuk Indonesia. Meski di negara masing-masing telah dinyatakan halal, produk luar harus memperoleh sertifikat halal dari MUI. MUI juga memberi izin atau semacam lisensi kepada perusahaan di luar negeri untuk memberi sertifikat halal yang diakui di Indonesia. 

Dengan populasi muslim terbesar di Indonesia atas pasar produk halal yang besar, banyak perusahaan asing mengincar label halal untuk bisa memasarkan produknya. Di Australia, banyak perusahaan mengajukan izin untuk menjadi pemberi label halal dengan sertifikasi MUI. Ruang lingkup wilayah kerja mereka adalah satu negara bagian. Pengurusan izin sertifikasi halal itu sebenarnya gratis. MUI akan meninjau perusahaan yang mengajukan izin sertifikasi halal. Semua biaya perjalanan ditanggung perusahaan.

Dalam prakteknya, disebut dalam laporan utama Tempo, MUI ditengarai “bermain” dengan memainkan kesempatan label halal dijajakan secara “haram”. Ambil contoh sapi impor dari Australia, karena ongkos mahal MUI tak mungkin awasi semua proses produksi dari hulu ke hilir. MUI bekerjasama dengan perusahaan sertifikasi di banyak negara. MUI memegang monopoli untuk memilih perusahaan itu. Di sini celah permainan. Salah seorang petinggi MUI, Amidhan Shaberah, banyak meminta “fee” lain. Beberapa ditransfer ke rekening pribadinya. Pengusaha yang menolak memberi suap, izin sertifikasi halal-nya akan dicabut. Atau bisa tidak diperpanjang lagi setelah 2 tahun. Di Belgia, Amidhan juga ditempatkan sebagai penasihat perusahaan pemberi label halal. Tujuannya, agar lolos dari audit oleh MUI. Walhasil, ada beberapa produk yang mengandung babi tetap dinyatakan sebagai produk halal.
Liputan di Australia juga menemukan pabrik pengolahan yang mencampur sapi dan babi di satu tempat. Jauh dari standar halal. Anehnya, daging dari tempat itu memperoleh sertifikat halal dari perusahaan yang mengantongi izin dari MUI.
Itulah intisari Laporan Utama Majalah Tempo edisi 24 Februari – 2 Maret 2014. Benarkah apa yang diberitakannya tersebut? Mari kita bahas sekaligus belajar mengkritisi suatu berita.
.
BANTAHAN
Pada tanggal 24 Februari 2014, Dewan Sertifikat Makanan Halal Eropa (Halal Food Council of Europe / HFCE) yang berkedudukan di Brussel, Belgia mengirimkan surat yang membantah pemberitaan Majalah Tempo soal sertifikat produk halal. Isi surat bantahan bisa dibaca di sini [Inilah.com]. Poin penting bantahannya adalah bahwa Ketua MUI Amidhan Shaberah tidak ada dalam jajaran Advisory Board HFCE dan tidak mendapat gaji/bayaran dari HFCE, tidak seperti yang diberitakan Tempo. Bagi HFCE, pemberitaan Tempo sengaja menjatuhkan nama baik Amidhan sebagai Ketua MUI dan HFCE sendiri.
Dalam siaran pers MUI, pada tanggal 26 Februari 2014, menyebutkan Rubrik Opini halaman 29 alinea kelima Majalah Tempo menulis:
Demi mengantongi izin perusahaan sertifikasi di Australia, menurut laporan The Sunday Mail, Brisbane, Oktober tahun lalu, memberi “hadiah” kepada MUI yang nilainya mencapai Aus$ 78 juta atau sekitar 820 miliar.
MUI menganggap tulisan itu menyesatkan, karena dana sebesar itu, sepeser pun tidak pernah masuk ke MUI atau petinggi MUI. The Sunday Mail tidak menuliskan angka Aus$78 juta itu. The Sunday Mail juga tidak menyebutkan uang itu untuk MUI, tetapi untuk lembaga sertifikasi di Australia yang di-endorse oleh MUI. Jadi wartawan Tempo salah menerjemahan berita itu.
Pembaca blog ini bisa membuktikannya langsung dengan membaca artikel yang digunakan Tempo sebagai sumber berita dan opini:
Religious levy costs Queensland abattoirs thousands each month
[Edisi cetak Sunday Mail, 20/10/2013, berjudul: ‘Islamic Levy Cuts Deep at Abattoirs’]
Lihatlah, betapa tidak jujurnya Tempo dalam mengutip / menerjemahkan berita dari media Australia.
Kemudian pada tanggal 26 Februari 2014, MUI telah memberikan Klarifikasi terhadap Pemberitaan Tempo tentang Sertifikasi Halal. Bantahan atas berita Bohong yang ditulis Tempo terhadap MUI dan Amidhan, lengkapnya sila cek di situs Halal MUI.
Tempo sepertinya tidak berniat investigasi jujur, media ini tidak menganut pemberitaan berimbang karena sumbernya tidak valid, menggunakan sumber anonym. Sehingga hanya melestarikan jurnalisme prasangka di negeri ini. Namun demikian, laporan Tempo ini memang patut ditindaklanjuti MUI dengan membentuk tim penyelidik internal, semacam komisi etik. Ini penting, karena bisa jadi berita tersebut mengandung kebenaran, meski konstruksi Tempo banyak ditemukan kejanggalan. Apa saja kejanggalan tersebut, mari kita bedah satu-satu.
.
KEJANGGALAN – KEJANGGALAN ISI BERITA

Kejanggalan 1:
Lihat halaman 34-35.
Dalam laporan utama majalah Tempo, Ketua MUI Amidhan Shaberah diberitakan menerima sejumlah uang dari perusahaan luar negeri dalam hal ini dari Australia, agar perusahaan itu mendapatkan sertifikat halal produk-produk mereka. Faktanya perusahaan tersebut tidak lolos sertifikasi. Ada berita tentang transfer uang Rp 105 Juta ke rekening Amidhan. Terduga penyuapnya adalah Mohammed Lotfi dan Ali Chawk. Namun dua orang tersebut menolak memberikan konfirmasi tentang transfer uang tersebut, tetapi ada saksi yang melihat bukti transfer namanya Syahrudi Muhammad Idji (Wakil Ketua Dewan Dakwah Tangerang). Kata Tempo, Syahrudi adalah orang yang sedang menyiapkan perusahaan pemberi label halal di Melbourne.
Pertanyaanya, apakah Tempo melihat sendiri copy bukti transfer ke Amidhan yang dilihat Syahrudi?
Komite etik MUI juga harus tabayyun ke Syahrudi, minta copy bukti transfernya, biar jelas transfernya ke rekening mana setelah dilacak. Dari tabayyun ini bisa disimpulkan, apakah Syahrudi ini beneran ingin membongkar suap, ataukah karena ada unsur kepentingan dirinya sebagai pemain pemberi label halal juga.
Faktanya, MUI tidak meloloskan sertifikasi Australian Halal Food Services / AHFS, (meski kemudian AFHS bersalin rupa menjadi Halal Certification Council), dengan alasan proses penyembelihan sapi tidak sesuai dengan syariah. Nah, kalau dibilang MUI menerima suap, BAGAIMANA mungkin orang yang menerima suap malah tidak meloloskan perusahaan yang memberi suap? Ini kejanggalan yang sangat mendasar.

Kejanggalan 2:
Lihat halaman 35.
Tempo memuat capture “Statutory Declaration”, surat sumpah pengakuan Mohammed El-Mouelhy di depan notaris yang mengaku menyuap petinggi MUI. Amidhan telah mengakui ada trip ke Australia pada tahun 2006.
Pada surat pengakuan Mouelhy jelas tertulis ada saksinya, lihat poin 6 surat tersebut, bahwa pembayaran disaksikan pejabat Konsulat RI dan pejabat Australia. Pertanyaannya, apakah itu uang saku atau uang suap? Kalau itu uang suap, APAKAH logis menyuap terang-terangan begitu disaksikan pejabat yang berwenang?
Yang namanya disaksikan pejabat penting dari perwakilan negara, maka itu jelas perjanjian di atas tangan, bukan perjanjian bawah tangan dalam pengertian suap. Kecuali kalau kita ikutan menuduh pejabat konsulat Indonesia dan perwakilan Australia ikut serta dalam acara suap-menyuap atau gratifikasi tersebut… tapi ini malah menambah kekonyolan.

Kejanggalan 3:
Lihat halaman 36.
Kata berita Tempo, ada berita tentang seorang bekas manajer keuangan yang mencairkan Aus$ 50 ribu untuk dibawa bosnya ke Jakarta pada akhir 2011. Bos perusahaan itu menemui Amidhan karena diancam akan dicabut izinnya dengan tuduhan memberikan label halal lintas negara bagian. Kepada bawahannya, bos perusahaan itu mengatakan akan menyuap 4 petinggi MUI di Jakarta. Setelah pertemuan dengan Amidhan, pencabutan izin tak pernah benar-benar dikeluarkan. Perusahaan itu masih beroperasi, memberikan label halal hingga kini.
Pertanyannya, apa nama perusahaan itu? Tempo tidak menyebutkan. Padahal ini penting buat pembaca yang peduli dengan kehalalan suatu produk. Nama perusahaan penting dibuka agar konsumen muslim pembaca Tempo hati-hati membeli produknya.
Mantan manajer ditulis anonym, nama bos anonym, nama perusahaan juga anonym. Mantan manajer yang anonym itu tidak melihat sendiri penyuapan, dia hanya mendengar cerita bosnya (yang juga anonym). Anonym mendengar info dari anonym. Lha ini apa bedanya dengan obrolan gosip yang membahas tentang “katanya si anu dari si anu” ? Bagaimana ini bisa dipercaya?
[Update] Detail ulasan kronologi bisa dibaca pada jurnal berikutnya 

Kejanggalan 4:
Lihat halaman 37.
Kata Tempo, ada kabar dari orang dalam HFCE bahwa Amidhan menerima gaji rutin US$ 5000. Kabar tersebut berasal dari sumber anonym.
Pertanyannya, pemberian gaji tersebut via apa? Apakah via transfer rekening, ataukah utusan, ataukah ambil sendiri?
Jika lewat rekening, tim etik MUI harus print out rekening. Lalu umumkan. Jika benar kata Tempo, MUI harus fair dan ambil tindakan. Jika tidak, segera bersihkan namanya.
Faktanya, menurut HFCE, Amidhan tidak berada dalam Advisory Board HFCE, sehingga tidak ada gaji rutin.

Kejanggalan 5:
Lihat halaman 37.
Kata Tempo, karena tidak pernah diaudit MUI, produk-produk yang mengandung gelatin babi tetap diberi label halal oleh HFCE. Misalnya produk obat dari Belgia yang mengandung trypsin, senyawa yang berasal dari babi.
Pertanyaannya, apa nama produk obat tersebut?
Apakah obat itu masuk ke Indonesia?
Apakah perusahaan yang tidak pernah diaudit MUI itu memasukkan produknya ke Indonesia?

Adanya penjelasan soal ini sangat penting, namun anehnya di berita Tempo itu tidak disebutkan.
Kabar terakhir, informasi tersebut dibantah oleh Sumunar Jati, Wakil Direktur LPPOM MUI. LPPOM tidak pernah memberikan sertifikat atau label halal produk yang mengandung babi, lembaga tersebut juga telah mengingatkan kepada HFCE. [baca IslamPos: MUI Akan Somasi Majalah Tempo]

Kejanggalan 6:
Lihat halaman 38.
Pada laporan utama berjudul: “Dua Label Daging Flemington” mengungkap adanya daging yang dinyatakan halal diolah ditempat yang sama dengan produk nonhalal di Flemington, Melbourne, Australia. Yang kata Tempo, tetap mendapat sertifikat berstandar MUI. Tempo menulis: “di selasar yang sama”, maksudnya kalau pagi tempat pengolahan itu buat daging sapi, kalau sore buat daging babi. Islamic Coordinating Council of Victoria (ICCV) yang mengawasi pabrik itu membantah pengolahan daging sapi dan babi itu di satu atap. Dari adanya pertentangan ini, seharusnya laporan utama Tempo diupayakan untuk lebih meyakinkan pembaca, misalnya ada foto / denah grafis. Nyatanya tidak ada. Dan jika benar pengolahan di Flemington campur-baur, nyatanya ICCV telah memastikan bahwa pabrik daging Flemington tidak mengirim produknya ke Indonesia. Artinya, masyarakat muslim Indonesia aman, tidak terkontaminasi produk Flemington.

Lha masalahnya dimana, kok soal ini diangkat media Tempo?
Apakah ada bukti bahwa daging di Flemington yang ditinjau Tempo itu dikirim ke Indonesia?
Tidak ada penjelasan di berita.

Apakah ada bukti pabrik Flemington yang dipantau Tempo itu diberi sertifikat halal oleh ICCV atas approval MUI? Juga tidak ada penjelasan berita.
Lantas, apa salah MUI dalam hal ini?

Adanya kedekatan Esad Alagic (pemimpin ICCV) dengan Amidhan Shaberah (Ketua MUI) dikonstruksi supaya pembaca terbawa alur bahwa Amidhan bermain curang, melapangkan jalan masuk produknya ke Indonesia. Hati-hati membaca framing berita seperti ini, ilusi Anda bisa kebablasan yang berakibat buruk sangka!


Kejanggalan 7:
Lihat halaman 40-41.
Pada laporan utama berjudul “Pengakuan ‘Dosa’ Pemain Utama “ mengungkap tentang pemalsuan label halal daging dari Amerika Serikat yang kemudian dimaafkan MUI. Halal Transaction of Omaha (HTO), lembaga sertifikasi halal yang berkantor di Nebraska, Amerika Serikat, menginformasikan ke MUI bahwa ada sertifikat halal dipalsu CV. Sumber Laut Perkasa (SLP). Kemudian MUI mengirim surat ke Kementerian Pertanian (Kementan). Kementan lalu bertindak mengawasi SLP berdasar surat MUI. SLP meminta maaf ke MUI dengan alasan anak buahnya curang, dan telah dipecat. MUI menerima maaf. Pelaksanaan impor harus sesuai aturan, sertifikat palsu tidak memberi jaminan kehalalan produk.

Kemudian ketika SLP beroperasi lagi, tidak ada bukti dan keterangan satu sumber pun yang mengkonfirmasi bahwa SLP telah menyuap MUI, juga tidak ada bukti dan keterangan satu sumber pun yang mengkonfirmasi bahwa MUI menerima suap dari SLP. Lantas, apakah sertifikat SLP berikutnya itu sertifikat yang masih palsu atau sudah asli/halal? Tempo tidak menyajikan data dan kesimpulan.

Berita dengan judul “Pengakuan ‘Dosa’ Pemain Utama” itu (lagi-lagi) murni framing agar pembaca berilusi seolah-olah ada kasus suap antara SLP dengan MUI.
…..
Demikianlah, ada sekitar 7 kejanggalan dalam pemberitaan Majalah Tempo. Model seperti ini sama dengan melecehkan integritas pers. Kita selayaknya berhati-hati terhadap media-media yang mengandalkan jurnalisme prasangka, yang kemudian menyihir pembaca tanpa sadar berilusi bahwa benar terjadi kejahatan. Jangan mudah terbawa opini negatif yang belum bisa dibuktikan kebenarannya. Kita patut kritis.
Pada saat MUI merilis klarifikasi MUI atas Pemberitaan Majalah Tempo, halaman pada situs resminya yang memuat klarifikasi tersebut saya forward ke Arif Zulkifli, pemimpin redaksi Tempo [Twit 1]. Namun, kemudian Arif Zulkifli menyodorkan link berita ke saya tentang: Australia Sodorkan Bukti Biaya Perjalanan MUI 

Dalam link berita Tempo yang diberikannya tersebut memuat bukti tiket pesawat perjalanan petinggi MUI ke Autralia 2-8 April 2006.

Kemudian saya balas: “Sesuai klarifikasi MUI poin 5, tim MUI ke sana untuk ngaudit. Apa MUI hrs suruh bayar sendiri ke Aussie?” 

Pada laporan utama Tempo halaman 36, diberitakan bahwa sesuai dengan aturan, sebelum memberikan izin, MUI akan menyurvei perusahaan pemohon untuk meninjau kelayakannya. Maka tanggal kunjungan ditetapkan pada 2-8 April 2006. Kata Mouelhy, mereka meminta sangu Aus$ 300 orang per hari. Total ada tujuh anggota tim peninjau. Pada akhirnya hanya 5 orang peninjau, karena yang 2 orang pulang duluan. Pada saat pamitan di bandara Melbourne itulah, ia memberikan 7 amplop yang jumlahnya Aus$ 26 ribu (sekitar Rp 275 Juta). Kronologi peristiwa dan pernyataan menyuap itu ia buat dalam pernyataan bersumpah di depan notaris. Namun, dalam pernyataan sumpah yang di-capture Tempo dan dimuat di halaman 35 itu tidak memuat besar uang yang dimasukkan dalam amplop

Dari link berita yang diberikan Arif Zulkifli, seolah-olah menggiring pembaca untuk berilusi lagi bahwa benar terjadi suap kepada MUI. Padahal itu cuma bukti tiket pesawat. Dimana dalam prosedur pengurusan sertifikat halal yang dimuat Tempo di halaman 42 (poin 2), mengatakan bahwa MUI akan meninjau perusahaan yang mengajukan izin sertifikasi halal. Semua biaya perjalanan ditanggung perusahaan. Pengalaman saya sebagai auditor manajemen mutu, pihak auditee (perusahaan yang diaudit) menanggung biaya transportasi, akomodasi, dan biaya audit sekian mandays. Jadi, wajar kalau ada bukti tiket pesawat yang ditanggung pemohon (Mouelhy). Apakah Tempo lagi-lagi mengajak pembaca berilusi melalui framing penunjukan tiket pesawat tersebut? Makanya saya berikan pertanyaan yang sampai sekarang belum dijawab:


Kalau memang MUI menerima uang suap itu. Kejanggalannya adalah adanya fakta bahwa sampai sekarang perusahaan pemohon itu tidak diloloskan proses sertifikasinya, dengan alasan tidak memenuhi syariah. Bagaimana mungkin, sudah menerima suap kok masih belum diloloskan. Ini kejanggalan yang amat mendasar, bukan?

Bila ternyata semuanya adalah kebohongan belaka, maka kita patut bertanya, ada apa dibalik usaha Tempo menerbitkan berita bohong tersebut? Patut diwaspadai.

Kemudian, mari kita dukung langkah-langkah para ulama melaporkan Tempo kepada Dewan Pers atas fitnah dan penyesatan publik.

Dan jika terbukti memang ada nila di dalam belanga MUI, bukan berarti kita setuju langkah delegitimasi halal. Legitimasi halal mutlak diperlukan bagi umat Islam. Saya mendukung, nila setitik yang merusak susu sebelanga itu diproses secara hukum, namun jangan mengorbankan LPPOM-nya.
Salam hangat tetap semangat,

Iwan Yuliyanto
28.02.2014


  • Ketika Liberalis bicara Cinta. Di Kampus Ushuludin, didominasi mahasiswa2 Liberal. Mulutnya sll berkata; cinta, kemanusiaan, kebebasan !

  • Jgn bayangkan mereka pribadi2 penuh cinta kasih kpd sesama manusia. Apalagi dekat dg Pemilwa, yg ada pd diri mereka hnya rasa benci & curiga

    Di kampus dominasi paham liberal tsb, sgt kental politik sektariannya. Dosen /karyawan/ mahasiswa anu, hrs dipetakan dl dari kelompok mana.

    Oh itu golongan NU, si Fulan dari kelompok Muhmadiyah, si Anu dari kelompok Wahabi, Tp org2 beginian yg biasa bicara pluralisme terlantang.

  • Mereka sll berkata "anti Kekerasan", tapi tiap kali pemilwa, intrik2 dilakukan dari mobilisasi massa, sampe jotos2an melawan temannya sndiri

    ungkapan2 "Cinta, Persaudaraan, Kemanusiaan, Kebebasan", hnya ungkapan berasal dari ekspressi kebencian kpd kelompok yg dibencinya.

  • Hnya krn benci kpd kelompok FPI yg mrk dengar dari Koran2 atau tivi, maka corong2 mrk seolah mengajarkan "cinta, perdamaian, kemanusiaan"

  • Agar pecinta damai dpt disematkan kpd mereka, sdg pecinta anarkhis & pecinta kekerasan dpt disematkan kpd pihak laen. ya mirip Ahmad Dhani.

  • Ia ciptakan lagu "Laskar Cinta". Laskar Cinta itu dirinya dan kelompoknya, sdg pecinta kekerasan adlh org laen yang ditunjuk ama dhani.

  • "Hati hati yang penuh..dengan..kebencian yang dalamKarena, sesungguhnya iblis..ada dan bersemayam..Di hati yang penuh Dengan benci.. dst"

    Ungkapan "Cinta" sgt mudah dipake sbg senjata yg dipake utk sudutkan org laen, sekaligus sbg ekspressi rasa benci. Org2 semacam ini bejibun.

  • Dibalik slogan "Liberte,Egalite,Fraternite" Revolusi Prancis,trjadi pembantaian trhdap ribuan pastur,tuan tanah, bngsawan,dihakimi scr keji.

  • Ketika intelektual2 IAIN/UIN bicara inklusivitas mahasiswa/dosennya sndiri lbh nyaman bergaul dg sesama ideologinya sndiri. @komar_hidayat

  • Cinta itu tak di mulut, itu adlh gejala dlm jiwa berbuah pd tindakan. Tindakan egois, maunya kelompoknya sndiri yg menang, bkn gejala cinta.

    tak prnah berempati, tak mau silaturahmi, tak mau mendengarkan pihak laen, adlh gejala org2 eksklusif, gejalanya org2 islam liberal jg.
  • tulisan2 dari orang2 JIL dikatakan bagus jika dpt menyakiti hati kelompok yg dibencinya. ketika org laen terpancing, mereka malah bangga.

    Jgn sangka, ketika terjadi serangan terorisme, orang2 islam liberal lah yang paling depan bersorak. hati mereka sgt girang. @komar_hidayat

    Apakah model perilaku beginian yg pantas mengajar apa itu arti "cinta", "kemanusiaan", "kerukunan", & "inklusivitas"??

    Krn keesokan harinya, akan bnyak amunisi yg mereka dapatkan utk menuduh org laen, dan dpt melempar isu dan wacana kesana kemari.

    Mereka dapat bekerjasama dg BNPT buat program "Deradikalisasi", uang ngalir, kerjasama dg universitas2 ternama, uang mengalir.

    Isu "kekerasan" dan "konflik" lah yg menghidupi org2 model beginian. Bhkn utk keperluan itu,mrk siapkan penelitian berkualitas sampah.

    Jgn heran, kemaren Metro TV ambil penelitian model begini dari "intelektual IAIN/UIN" sehingga berani nuduh ROHIS adlh sarang teroris.

    penelitian2 ttg "kekerasan" yg ditulis oleh kelompok liberal PTAIN, hnya penguatan prejudice semata, bkn meneliti melalui prinsip netralitas

    Negara hrs hati2, menyeleksi, dg memperhatikan ketepatan pemakaian metodologi, trhadap hasil2 penelitian kelompok2 liberal ttg kekerasan ini

    Bgmn penelitian trhdp suatu kelompok, diserahkan kpd org2 yg sgt anti trhdap kelompok tsb?? pdhal metodologi ilmu sosial itu sgt ketat;

    Tujuan penelitian klmpok liberal itu cuma satu; sebagai bagian kampanye bhw terjadi intoleransi di Indonesia. Pdhl kerukunan disini sgt baek

    Beribadat tdk ada yg ganggu. Rumah ibadat b'bagai agama bertebaran. interaksi antar pemeluk agama sgt intens. Itu adlh realitas keseharian

    Gue muslim, "adik2 angkat" di kost beragama Nasrani. tak ada konflik adu jotos di kampung krn beda agama. Itulah sosialitas nyata yg trjadi.

    Tiba2 ada penelitian yg menyatakan bhw di Indonesia trjadi intoleransi. Ditambah blow up media thdp 1-2 kasus sbg "bukti2" parsial.

    Kelompok2 liberal, bs manfaatkan isu ini utk menarik donatur asing. proposal2 pengajuan dibuat berisi kemasan konflik2 antar agama.

    Islam liberal katanya "anti Sara" malah bersikap sebaliknya, tulisan2nya mengandung muatan SARA, tak enak dibaca berisi kata2 menyakitkan.

    Tak ada aksi "anti minoritas" terang2an sbgmna trjadi di Belanda, bhkn dilakukan politisi dg buat film berjudul "fitna".

    Plis, jangan gadaikan negeri ini dg isu2 murahan kpd donatur asing. Negeri ini udah pnya kearifan lokal sndiri yg bernama PANCASILA.



Kultus Terhadap Nyai Roro Kidul
Legenda Nyi Roro Kidul merupakan mitologi terbesar sepanjang pesisir selatan Pulau Jawa. Bahkan dapat dikatakan bahwa daerah pesisir itu identik dengan sosok Nyi Roro Kidul. “Laut Selatan” diasosiasikan dengan tokoh legenda tesebut. Kepercayaan ini tak hanya hinggap di benak masyarakat,  melainkan diteguhkan dengan ragam tradisi-tradisi yang khusus dipersembahkan kepada sosok ini.
Para Raja Kraton di Jawa pun sering dihubungkan dengan sosok ini. Menurut legenda, nyai Roro Kidul ini bersuamikan para raja yang memerintah Pulau Jawa. Panembahan Senopati dan Sultan Agung bahkan diceritakan dalam Babad Tanah Jawi menikah dengan Nyai Roro Kidul, begitu juga para keturunannya baik dari Kraton Kasultanan Yogyakarta maupun Kasunanan Surakarta sampai saat ini.[1]
walaupun ada hal yang aneh dalam mitos ini, seorang anak tidak hanya mewarisi jabatan raja dari ayahnya, melainkan juga mewarisi istrinya sekaligus. Terdapat beberapa tempat yang dipercaya khusus untuk bertemu langsung dengan Nyai Roro Kidul. Di bagian tengah Kraton Surakarta, misalnya, terdapat sebuah bangunan berasitektur Belanda-Jawa, yang dinamakan dengan Sangga Buwana,  dipercaya sebagai tempat pertemuan Raja dan Sang Ratu Kidul.[2] bahkan, terdapat hotel mewah di salah satu dekat Pantai Selatan yang menyediakan ruangan khusus bagi Ratu.
Walau raja tak lagi berkuasa sebagaimana zaman dulu, dan Kini berganti pada sosok Presiden maupun Gubernur dalam sistem politik Demokrasi Presidensiil, tapi kepercayaan tersebut masih melekat, bahwa Ratu Kidul bersuamikan raja Kraton, (bukan bersuamikan presiden RI atau Gubernur Jawa Tengah), walau raja Kraton hanyalah simbol raja budaya belaka, tak lagi mempunyai kekuasaan politis apapun. Kraton dipertahankan dalam sistem Politik saat ini, bukan karena ia masih dibutuhkan pada saat ini, melainkan ada aspek culture-historis kenapa kraton mesti dipertahankan.
Karena penghormatan berlebih pada sosok ini, maka banyak orang yang tidak mau menyepadankan sosok ini dengan sosok hantu lainnya. Walau sebenarnya tak ada perbedaan sama sekali antara Hantu dan Nyai Roro Kidul. keduanya sama-sama sosok yang selalu dikatakan menakutkan, menguasai daerah tertentu, butuh sesaji untuk penghormatan terhadap mereka, dipercaya sebagai makhluk ghaib, dan sebagainya. Tak ada perbedaan apapun dengan jenis hantu lainnya, perbedaannya hanya terletak pada kualitas pengkultusannya.
Kultus terhadap dewi ini ditransmisikan dari zaman ke zaman sejak berabad-abad silam. Legenda Nyi Roro Kidul ini sering diceritakan kepada para anak-anak Jawa, bahwa di Pantai Selatan sana berkuasa seorang Ratu yang menguasai lautan Luas. Apabila ada angin kencang, maka hal itu menandakan sang Ratu lewat. Tak ayal, pengaruh pendidikan yang salah itu merasuk ketika mereka dewasa. Mereka begitu takzhim apabila mereka berada di lautan selatan. Mereka tak boleh sembarangan dan (apalagi) memakai baju berwarna hijau, karena Ratu sendiri berpakaian hijau. Jadi tak mengherankan apabila di Pantai Selatan Jawa, kita jarang menemukan ornag yang berpakaian hijau. Karena itu hal yang tabu dilakukan apabila orang berkunjung disana.[3]

A.                 Legenda Nyai Roro Kidul
Menurut Kisah, Ratu Kidul ini adalah anak seorang raja Pajajaran yang bernama Dewi Kadita. Karena pengaruh jahat dari ibu tirinya yang memusuhinya karena dengki dan mengamankan tahta kerajaannya bagi anak lelaki, ia pun mengirim guna-guna.. Akibat guna-guna tersebut bagian kulit Dewi Kadita dibuat “hancur”. Putri cantik tersebut menderita suatu penyakit kulit akibat ilmu hitam. Tak tahan dengan penderitaannya, maka Ratu menjatuhkan diri di Laut Selatan, lalu seketika itu kulitnya langsung sembuh dan wajahnya menjadi lebih cantik daripada sebelumnya. Maka, segera lah sang putri menguasai segala makhluk yang ada di sana, dan berkuasa dengan sebutan “Ratu Kidul”.[4]
Kisah ini tidak hanya hidup pada tradisi oral, bahkan kisah tentang Ratu Kidul ini diceritakan oleh Kitab Sejarah orang Jawa, yaitu Babad Tanah Jawa. Didalamnya berisi rangkaian sejarah para sejarah yang bercampur dengan mitos-mitos yang bertentangan dengan hati dan fikiran orang yang hidup pada masa kini.
Selain legenda tersebut, juga ada legenda dalam versi lainnya. yaitu diceritakan seorang yang bernama Joko Suruh,  seornag Pangeran dari Kerajaan Pajajaran yang bertemu dengan Seorang Pertapa perempuan yang sangat rupawan. Perempuan tersebut tak lain dan tak bukan adalah bibi Joko Suruh sendiri, yang bernama Ratna Suwinda. Melihat kecantikannya, Joko Suruh pun jatuh cinta kepadanya, tetapi cintanya ditolak oleh Ratna Suwinda, dan mengatakan kepadanya bahwa Jika keturunannya kelak berkuasa di dekat Gunung Merapi, ia akan menikahi para keturunan yang berkuasa di daerah itu.[5] Maka dengan berdirinya Kerajaan Mataram di Kotagede (Sekitar 25 km garis lurus dari puncak Gunung Merapi), maka saat itu juga Nyai Roro Kidul menikahi para raja keturunan Joko Suruh. Dari Panembahan Senopati sampai para raja kraton saat ini.
Dalam mitos tentang Ratu Kidul ini terdapat beragam versi, termasuk mitos yang menyatakan bahwa yang di Laut Selatan berkuasa dua ratu, yang jahat dan yang baik. Yang pertama adalah Nyai Ratu Kidul dan yang kedua adalah Nyai Roro Kidul. Ratu Kidul diceritakan sebagai Penguasa sebenarnya, sedangkan Nyai Roro Kidul adalah seorang putri jahat yang mempunyai kekuatan, dan sanggup melawan Ratu Kidul. dalam versi ini, sesama makhluk mitos bermusuhan satu sama lainnya, seperti Preman yang memperebutkan lahan parkir. Entah apapun versinya, sebagai seorang beragama semestinya percaya bahwa Penguasa Laut Selatan bukan lah Ratu atau Nyai Roro Kidul, melainkan Allah Swt sendiri, yang kekuasaanNya tak terbatas.

B.     Karakter Umum Legenda Cerita Rakyat
Sudah tentu Legenda tentang Nyai Roro Kidul ini, satu diantara puluhan Legenda yang hidup di Indonesia. Syarat dengan cerita-cerita yang sangat sulit diterima oleh akal sehat. Seperti Legenda Tangkuban Perahu, dimana menceritakan tentang seorang anak yang akan menikahi ibunya dengan syarat membuat perahu. Setelah perahu terbuat, tetapi ibunya membangunkan ayam tanda hari sudah pagi, maka si anak itu marah lalu melempar perahu hingga terterungkup, lalu jadilah gunung seperti terungkupnya perahu, yang dinamakan sebagai Tangkuban Perahu.[6]
Mitos lainnya hampir serupa, seperti legenda terjadinya Gunung Batok, yang menceritakan kisah tentang Seorang raksasa yang akan menikahi seorang putri, lalu dibuatlah syarat membuat gunung dengan hanya menggunakan batok, lalu dengan siasat sang putri membangunkan ayamnya, lalu sang raksasa marah lalu ia melemparkan batok, hingga terterungkup maka terbentuklah sebuah gunung bekas lemparannya itu yang juga dinamakan Gunung Batok.[7] Legenda lainnya dapat dilihat seperti Legenda Candi Prambanan. Dalam legenda itu diceritakan, tentang seorang raja yang akan melamar seorang putri, tetapi putri itu membuat syarat membangun seribu candi dalam waktu satu malam.. Karena dengan siasatnya pula, sang pelamar gagal membuatkan seribu candi, lalu marah dan mengutuk sang putri hingga menjadi patung.[8]
Tak jelas mengapa Legenda-legenda tersebut mempunyai persamaan satu sama lainnya. yaitu bercerita tentang seorang putri cantik yang menolak lamaran seorang laki-laki dengan membuat sebuah syarat tertentu. Mitologi diperlukan waktu lampau, karena ilmu pengetahuan belum tersistematisasikan sebagaimana saat ini, sehingga spekulasi yang berkembang diterima mentah-mentah, dan dapat menjadi informasi yang sah.[9] Mitologi tentang terjadinya alam semesta di Kitab Perjanjian Lama, misalnya, juga mengandung cerita spekulasi terjadinya alam semesta berdasarkan perkiraan penulis kitab tersebut, seperti tertera dalam Kitab Kejadian Pasal 1 ayat 1-14. Tetapi, legenda sebagaimana umumnya yang terdapat di Indonesia banyak yang menceritakan tentang kisah putri Raja. 
Dalam sejarah Raja yang berkuasa di Jawa tempo dulu, kedudukan putri sangat berarti. Ia sering diasosiasikan oleh para rakyat jelata, sebagai seorang putri tak tersentuh dan sering diasosiasikan dengan kecantikan dan kecerdasan. Putri Raja yang Cantik juga mempunyai kedudukan politis, ia dapat dijadikan penghubung dengan penguasa lainnya melalui jalur pernikahan. Dulu Raja menikahkan putrinya tidak dengan rakyat jelata sebagaimana kisah Aladin, melainkan dengan sesama anak raja atau setidaknya dengan pejabat Istana yang mempunyai kedudukan. Walaupun tidak diatur dalam kasta yang jelas sebagaimana dalam masyarakat Hindu di India, tetapi kasta-kasta tersebut terjadi secara alami. Sosok Ratu Kidul yang dulu bernama Dewi Kadita juga mempunyai cerita yang hampir sama, dimana ia banyak dilirik oleh para pangeran untuk dapat dijadikan sebagai istrinya.
Menurut mitos yang hingga kini berkembang, Nyai Roro Kidul dalam memerintah sebuah Kerajaan Ratu Kidul, berdasarkan sistem hirarki atau mempunyai struktur pemerintahannya sendiri, lengkap dengan Mahapatih, Perdana Menteri, Pejabat Kerajaan beserta para Prajuritnya. Nyai Roro Kidul juga dipercaya sebagai Ratu yang menciptakan kehidupan yang sejahtera, sentosa dan makmur bagi rakyat yang hidup di Tanah Jawa (Mataram) seperti ikrarnya semula.[10] Walaupun kita agak mengernyitkan dahi soal ini, busung lapar, merajalela disertai penyakit dengan kualitas hidup yang sangat rendah, jutaan Wanita di Jawa terpaksa menjadi TKW di Luar Negeri, sedangkan segelintir orang menikmati kekayaan Negara yang berlimpah ini dengan hidup dalam perumahan mewah, hasil dari struktur negara yang tidak adil. Ribuan ritual terhadap Nyai Roro Kidul pun takkan mampu membuat rakyat kita hidup lebih makmur. Negara Makmur di Eropa pun tak lagi membutuhkan sosok Nyai Roro Kidul, tetapi kehidupan mereka jauh lebih makmur daripada di Jawa.
Hanya karena kualitas kehidupan kita yang kekurangan ini lah yang memungkinkan kita untuk merindukan sosok “Ratu Adil” yang akan memerintah dengan penuh adil, cinta kasih dan akan membawa ummat manusia pada kesejahteraan. Kerinduan itu berwujud pada imajinasi dan keinginan kolektif bawah sadar tentang Penguasa ideal, yaitu keturunan raja masa lampau, yang mempunyai wajah rupawan, cerdas, dan adil, yang akan membawa kemajuan bagi Tanah Jawa.
Tidak diketahui secara persis bagaimana mitos itu diyakini oleh hampir semua orang Jawa awam. Acara labuhan-labuhan dengan skala besar yang melibatkan ratusan orang dan ditonton oleh ribuan orang seringkali terjadi di Laut Selatan, terutama pada peringatan tahun baru Jawa yang dikenal dengan Malam Satu Suro. Daerah-daerah pantai ternama di Jawa selalu disibukkan dengan ritual ini. Dari Parangtritis, Parangkusumo, Pantai Cilacap hingga Pantai Pangandaran. Para orang yang terlibat dalam acara tersebut terlihat syahdu menghayati makna ritual mereka. Mereka melabuhkan beragam sesajen dan melarungkannya ke Laut, sebagai bentuk sembahan terhadap Sang Ratu.

C.                Perbandingan Antara Laut Selatan & Segitiga Bermuda
Laut Selatan di jiwa masyarakat Jawa sebagaimana Segitiga Bermuda yang terpatri dalam jiwa orang Amerika tengah. Segala bentuk ketakutan dan ketakjuban akan Laut Selatan ini mempunyai banyak kemiripan dengan penduduk Amerika Tengah terhadap legenda Segitiga Bermuda.
Segitiga Bermuda merupakan daerah di Selatan Negara Bagian AS, Florida, atau terletak di Samudra Atlantik. Dikatakan sebagai segitiga (Triagle) karena Segitiga Bermuda adalah wilayah yang membentuk segitiga dengan tiga titik di Miami, Bermuda dan Puerto Rico. Tetapi ukuran luas wilayah segitiga itu bervariasi, dari 500 ribu mil persegi[11] bahkan menurut versi lainnya tiga kali lipat dari luas tersebut. Jadi titik-titiknya pun sama, yaitu Azores, Teluk Meksiko dan Hindia Barat.
Beda orang, berbeda versi, itulah hukum mitos. Karena mitos tidak dibangun atas premis yang benar-benar meyakinkan sebagaimana sains. Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, bahwa telah banyak pesawat dan kapal yang menghilang secara misterius di tempat ini. menurut Mitos, tiap penerbangan atau kapal yang melintasi daerah ini kemungkinan akan menghilang. Menurut mitos juga, ribuan kapal dan pesawat terbang telah mengalami kecelakaan di daerah ini. padahal perkiraannya “hanya” 200-1000 insiden dalam rentang waktu selama 500 tahun, atau sejak masa Columbus. Atau sedikitnya rata-rata hanya sekali kecelakaan dalam rentang waktu 2 tahun.
Karena daerah ini mempunyai kerentanan tinggi terhadap bencana, maka mitos tentang kecelakaan ini selalu dihubungkan pada hal-hal yang bersifat misterius, dan terkesan dibesar-besarkan. Banyak teori yang diberikan untuk memperjelas misteri yang dikatakan luar biasa tersebut. Sudah tentu teori itu dibangun berdasarkan asas spekulasi. Dari makhluk luar angkasa jahat, residu kristal, sampai pada medan magnet yang aneh. Sedangkan para ilmuwan dari kalangan skeptis lebih memilih beragam variabel alami, seperti Cuaca, lingkungan fisik wilayah tersebut, angin topan, gempa dan tsunami, gelombang tinggi, bajak laut, sampai ketidakmampuan navigasi.[12]
Selain karena kemungkinan yang disebabkan oleh hal-hal yang bersifat alami tersebut, sebagaimana telah diuraikan di atas, jumlah kecelakaan di daerah ini tidak lah begitu fantastik, mengingat ukuran luasnya lokasi, banyaknya jumlah lalu lintas, dan banyaknya kapal yang diyakini menghilang di daerah ini, tidak semuanya yang telah diidentifikasi berada di daerah ini.  legenda tentang Segitiga Bermuda ini sebenarnya tidak lah dimulai berabad yang lampau, melainkan legenda yang muncul baru saja. Diperkirakan sejak tahun 1945 atau ketika akhir perang Dunia II, dimulai sejak lima pesawat AU menghilang secara misterius di daerah ini. seketika itu, banyak cerita yang berkembang menyatakan bahwa kelimanya “disedot” oleh sebuah kekuatan yang bersumber dari dalam Laut. Sebenarnya banyak teori lain yang menyatakan bahwa pesawat tersebut tidak dilengkapi dengan instrumen navigasi, kehabisan bahan bakar dan ketidakmampuan peserta latihan militer tersebut mengendalikan pesawatnya.
Itulah mitos, yang berkembang dari satu telinga ke telinga yang lain. Dan kemungkinan diberikan bumbu yang sedap, maka diperoleh sebuah kesimpulan yang “sedap” untuk diperdengarkan untuk orang lain. Semakin misterius, maka semakin menarik. Dan menurut ukuran orang awam, mereka lebih memilih untuk mendengarkan hal-hal yang bersifat fantastik daripada penjelasan “konvensional” belaka. Akibat cuaca atau hal lain yang bersifat alami tidak lah menarik perhatian banyak orang. “bumbu” itu lalu menjadikan cerita lezat siap saji, dan dikuatkan pada komunitas, diteguhkan dan disebarluaskan oleh media Massa demi keuntungan publikasi.
Lautan memang menimbulkan suatu getaran jiwa yang hebat pada manusia. Lautan kumpulan air yang sangat luas bagaikan tak berujung. Suatu hal yang besar yang mampu menghadirkan ketakjuban terhadap setiap orang. Legenda tentang Hantu Laut tak hanya terjadi di Jawa belaka, di Sulawesi, di Jepang, bahkan di Dunia Barat sekalipun. Lautan selatan memang jauh lebih dahsyat dan menghadirkan getaran dari Laut utara Jawa. Lautan Selatan Jawa adalah Samudra sangat luas yang dinamakan sebagai Samudra Hindia. Gelombang Lautan di Selatan Jawa berupa ombak sangat besar, dan pantainya palungan dengan curam yang sangat dalam, sehingga tak mengherankan apabila dijumpai banyaknya “tumbal Roro Kidul”.  hal seperti ini lah sangat memungkinkan orang untuk menerima mitos tentang Nyai Roro Kidul lebih mudah.

D.            Kepentingan Penguasa Jawa di Balik Kisah Nyai Roro Kidul
Apabila melihat secara seksama tentang mitos Nyai Roro Kidul, maka kita dapat menjumpai beberapa hal, yaitu ;
1)      Nyai Roro Kidul berasal dari keluarga Raja Jawa
2)      Ia mempunyai Hubungan khusus dengan para Raja di Jawa (Hubungan Suami Istri, terkadang disimbolkan dengan hubungan seksual)
3)      Legenda Nyai Roro Kidul menimbulkan rasa hormat dan takzhim sekaligus takut dari para rakyat Jawa terhadap sosok Ratu.
4)      Berbagai Upacara yang ditujukan kepada Nyai Roro Kidul dilakukan oleh para Raja Jawa tempo dulu, dan sampai sekarang masih dipertahankan, dimana Kraton memiliki andil yang besar dalam mempertahankan kepercayaan terhadap hantu tersebut.

Karena fakta-fakta di atas, maka tak mengherankan apabila sebagian sejarawan banyak yang mengasosiasikan dengan kepentingan politik para raja Jawa tempo dulu. Salah satunya yang berpendapat demikian adalah seorang sastrawan besar, Pramoedya Ananta Toer, pengarang Tentralogi, “Bumi Manusia”. [13]
Legitimasi dukungan kekuatan magis begitu dibutuhkan oleh para penguasa masa silam. Masyarakat Jawa sendiri merupakan masyarakat yang akrab dengan mitologis. Mereka tidak hanya menghormati kraton, tetapi juga menanamkan keyakinan akan kesaktian para raja dan para pangeran, beserta para punggawa Kraton. Dengan kesaktian, mereka tidak hanya menebar ketakjuban, tetapi secara tidak langsung akan menanamkan sikap tunduk kepada para penguasa lokal mereka.
Tak hanya itu, para Raja Jawa juga sering membuat sanad-sanad, yang menghubungkan dirinya sebagai garis keturunan dewa Surya, tetapi di sanad lainnya mereka buat dengan menghubungkan dirinya dengan silsilah Nabi Muhammad Saw. Bahkan menurut sebagian mereka, raja mereka adalah “para habaib” (Para Keturunan Rasulullah Saw).[14] Dalam sejarah yang berkembang di Jawa sendiri, para raja sering menghubungkan dirinya dengan para raja yang pernah berkuasa tempo dulu. Bahkan dalam salah satu kampanye yang dibuat oleh seorang politisi asal Jawa di era Reformasi untuk maju dalam bursa pencalonan Bursa capres, Tim Suksesnya membuat silsilah yang menghubungkannya dengan Prabu Brawijaya V (raja terakhir dari Majapahit). Legitimasi kekuasaan lah yang mereka butuhkan, dan semua penguasa di dunia pun membutuhkannya, tentu dengan cara yang berbeda-beda.


[1] Muhammad Sholikhin ,Kanjeng Ratu Kidul Dalam Perspektif Islam Jawa, (Yogyakarta: Narasi, 2009), hlm. 120-121


[2] Ibid., hlm. 124
[3] Ibid., hlm. 178
[4] Ibid., hlm. 85-87
[5] Ibid., hlm. 88
[6] http://id.wikipedia.org/wiki/Sangkuriang_%28legenda%29
[7] http://www.angelfire.com/ma/changeunhye/batok.html
[8] http://id.wikipedia.org/wiki/Rara_Jonggrang

[9] Van Peursen, Strategi Kebudayaan, (Yogyakarta: Kanisius, 1988), hlm. 41


[10] Muhammad Sholikhin ,Kanjeng Ratu Kidul, hlm. 187
[11] http://ronymedia.wordpress.com/2010/07/23/asal-nama-segitiga-bermuda/
[12] http://en.wikipedia.org/wiki/Bermuda_Triangle

[13] Budi Susanto, Membaca Postkolonialitas (di) Indonesia, (Yogyakarta: Kanisius, 2008), hlm. 115

[14] Lih. Catatan Kaki dalam Nur Syam, Islam Pesisir, (Yogyakarta: LkiS, 2005), hlm. 76