Select Menu
Select Menu

Favourite

Jawa Timur

Wisata

Donasi Untuk Palestina

Culture

Transportasi Tradisional

Rumah Adat

Bali

Pantai

Seni Budaya

Kuliner

 


Sumber: Voa-Islam
 
Ketua Bidang Hukum Front Pembela Islam (FPI) Munarman SH mengatakan setidaknya ada tiga jenis wartawan media-media sekuler (maenstream) di Indonesia  sejak dulu sampai sekarang.
 
Menurutnya jenis wartawan yang pertama ini adalah wartawan ideologis. Wartawan ideologis ini adalah mereka yang menulis memang untuk mempropagandakan ideologi-ideologinya. Walaupun terkadang ideologi-ideologinya ditampilkan secara sembunyi-bunyi”
“Yang termasuk ke dalam jenis yang pertama ini misalnya seperti Goenawan Muhammad dan Uni Lubis” katanya saat menjadi salah satu pembicara dalam acara “Silaturahim Nasional 5 Tahun Voa-Islam” pada Kamis (26/06/2014) yang lalu di Hotel Grand Alia, Cikini, Jakarta.
Jenis kedua wartawan media sekuler oleh Munarman diistilahkan dengan frase wartawan pragmatis. Ia mengatakan untuk jenis yang kedua ini, para wartawan ini dalam menjalankan tugasnya, terkadang untuk mendapatkan uang belaka. Mereka akan meliput dan menulis sebuah berita, jika beritanya bisa “menghasilkan” uang.
“Wartawan pragmatis ini yang biasanya suka cloning berita antara sesama wartawan dan wartawan jenis ini sebenarnya yang paling banyak. Tetapi, menurut Munarman jenis wartawan kedua ini masih dibawah kendali jenis wartawan ideologis” jelasnya.
Jenis wartawan ketiga menurut Munarman adalah jenis wartawan idealis. Mereka menjalankan profesinya dengan semangat idealisme dan mereka biasanya tidak mau untuk diintervensi oleh siapa pun. Sekalipun wartawan ini bekerja di media sekuler, mereka punya idealisme tersendiri.
“Nah jenis ketiga ini ya seperti Pak Hanibal Wijayanta dan Pak Amran Nasution, dan wartawan seperti mereka ini sangat sedikit” ujarnya tersenyum.
Munarman juga mengatakan wartawan-wartawan media sekuler kerap kali sering berbicara tentang harusnya taat kepada kode etik jurnalistik, namun mereka sendiri juga sering melanggar kode etik jurnalistik.
Media Islam Harus Bersatu Melawan Media Sekuler
Munarman juga mengatakan bahwa media sekuler yang ada saat ini juga mempunyai Forum Pemred. Dalam forum itu, menurut Munarman, para Pemred media-media sekuler tersebut bersepakat untuk sama-sama membahas dan menyebarkan isu-isu kepada masyarakat.
Dalam konteks itulah, gagasan dibentuknya Forum Pemred Media-Media Islam menjadi sangat penting dan strategis. Oleh karena itu, Munarman memberikan nasehat agar media-media Islam harus bersatu dan tidak saling “menyerang”. Apalagi dalam tausiahnya, Munarman juga mengatakan kepada media-media Islam untuk tidak terlalu banyak berharap akan mendapat pembelaan dari Dewan Pers.
“Sudah tidak zaman lagi sesama media Islam saling “menyerang”, kalau media-media Islam seperti ini terus bagaimana kita bisa melawan mereka (media-media sekuler – red.) tutupnya. [Adi/voa-islam.com]


Demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme memiliki hubungan sangat erat. Keduanya seperti dua sisi mata uang. Pasalnya, keduanya lahir dari akidah yang sama. Itulah sekularisme. Sekularisme melahirkan demokrasi di bidang politik dan kapitalisme-liberal di bidang ekonomi.

Demokrasi akan berjalan bila didukung oleh dana yang besar. Karena itu demokrasi kemudian ditopang oleh sistem ekonomi kapitalisme-liberal. Sistem ekonomi kapitalis liberal akan tumbuh subur dalam iklim kebebasan yang membolehkan orang memiliki segala sesuatu dengan cara apapun. Kebebasan itu diberikan oleh demokrasi. Sistem politik demokrasi dijalankan oleh penguasa. Sistem ekonomi kapitalis digerakkan oleh pengusaha. Dengan demikian secara praktis kolaborasi demokrasi dengan kapitalisme meniscayakan adanya persekutuan penguasa dengan pengusaha, atau penguasa sekaligus sebagai pengusaha.

Kekayaan untuk Asing

Bahaya terbesar yang dihasilkan dari kerjasama keduanya adalah hadirnya negara korporasi. Negara korporasi adalah negara yang dihela oleh persekutuan kelompok politikus dan kelompok pengusaha. Dalam negara korporasi, negara dijadikan sebagai instrumen atau kendaraan bisnis. Keputusan-keputusan politik akhirnya lebih mengabdi pada kepentingan para pemilik modal dan pihak asing. Adapun kepentingan rakyat mereka abaikan.

Contoh negara korporasi terbesar di dunia adalah Amerika Serikat. Pengaruh korporasi dalam pemerintahan negara adidaya ini bukan saja terhadap politik dalam negeri, namun juga terhadap politik luar negerinya. AS melakukan penjajahan atau imperialisme demi keuntungan perusahaan-perusahaan besarnya.

Salah satu korban kejahatan negara korporasi AS adalah Irak.Ketika AS menginvasi Irak, sesungguhnya itu tidak berdasarkan satu pun alasan rasional yang bisa diterima. Ketika para pejabat keamanan AS mengatakan bahwa invasi diperlukan untuk menghancurkan senjata pemusnah massal, faktanya Irak ketika itu tidak memiliki senjata yang dimaksud. Begitu juga ketika dikatakan bahwa invasi diperlukan untuk menumbangkan Presiden Saddam Hussein, sebenarnya untuk menumbangkan Saddam tidak perlu sampai harus melakukan invasi karena toh Saddam adalah boneka AS. Dia dulunya adalah agen CIA ketika Bush senior menjadi direkturnya.

Jelas sekali, invasi itu dilakukan tidak lain demi memuaskan ambisi kaum pebisnis yang ada di sekitar Presiden Bush, yaitu pebisnis senjata, minyak dan infrastruktur. Keluarga Bush sendiri adalah pebisnis minyak. Dengan invasi yang dibiayai negara, senjata yang diproduksi oleh pabrik-pabrik senjata yang dimiliki oleh para pejabat pemerintahan Bush tentu menjadi laku.

Ketika Irak sudah hancur, pemenang tender rekonstruksi Irak adalah Bechtel. Ini adalah perusahaan konstruksi penyokong utama Presiden Bush. Lalu dari mana biaya ratusan miliar dolar AS untuk rekonstruksi? Gampang saja. Semua diambil dari hasil minyak Irak yang sangat melimpah itu. Jadi ini adalah bisnis besar. Sangat besar, sekaligus sangat jahat. Irak dihancurkan oleh AS. Lalu perusahaan AS juga yang memperbaiki, tetapi dengan duit dari Irak. Irak porak-poranda. Perusahaan AS tertawa dan dapat menguasai minyaknya.

Negara korban lainnya adalah Indonesia. Misalnya, dalam kasus blok kaya minyak Cepu. ExxonMobil, perusahaan minyak raksasa dunia, bisa memaksa pemerintah AS untuk ikut campur tangan agar perusahaan minyak asal AS itu ditunjuk oleh Pemerintah Indonesia sebagai pengelola Blok Cepu. Tidak tanggung-tanggung, campur tangan dilakukan oleh pemimpin tertinggi ExxonMobil, Duta Besar Ralph Boyce dan Presiden Bush. Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice langsung datang ke Indonesia untuk urusan itu. Pemerintah pun akhirnya menyerahkan Blok Cepu kepada Exxon, bukan kepada Pertamina sebagai perusahaan Indonesia. Hingga saat ini, Exxon Mobile tetap menguasai Blok Cepu. Minyak pun dikuasai pihak asing.

Skenario yang hampir sama diulangi lagi dalam persoalan pengelolaan Blok Mahakam. Perusahaan minyak Prancis, TOTAL, telah menguasai blok kaya minyak tersebut sejak 1967, beberapa pekan setelah Soeharto menjadi presiden. Beberapa bulan sebelum Presiden Soeharto lengser, kontrak itu diperpanjang selama 20 tahun sehingga akan berakhir 31 Maret 2017.

Kini, menjelang Pemilu Presiden 2014 yang menandai berakhirnya Pemerintahan Presiden SBY, perusahaan migas dari Perancis ini bisa jadi memainkan beragam jurus demi tetap mencengkeram Blok Mahakam agar tetap dalam genggaman. TOTAL pun masih mengelola beberapa blok migas mereka yang lain di wilayah Indonesia.

Namun, seperti apa sikap sikap pemerintahan SBY? Melalui Menteri ESDM Jero Wacik dikatakan bahwa kontrak Blok Mahakam baru berakhir 2017 mendatang. Jadi tidak terlalu penting diputus oleh pemerintahan sekarang. “Daripada saya dicurigai cari dana kampanye, ya sudah, biar diputuskan pemerintah baru. Biar mereka yang pusing,” ungkap Jero Wacik, kepada pers di Jakarta, 11 April 2013 lalu.

Tak lama setelah dikeluarkannya sikap pemerintah  atas Blok Mahakam, seperti yang ditegaskan Jero Wacik, pada 10 Juli lalu Wakil Presiden Senior Total E&P Asia Pasifik, Jean Marie Guillermou, terbang ke Jakarta untuk menemui Menteri ESDM Republik Indonesia. Kedatangan Guillermou menemui Jero adalah untuk meminta kepastian perpanjangan Blok Mahakam. Padahal Menteri ESDM sudah mengatakan sebuah kepastian sebelumnya, melalui pernyataan 11 April 2013 lalu. Sebuah upaya melobi untuk mendesak?

Lalu berubahkah sikap Jero Wacik? Memang pernyataan Jero bisa menimbulkan spekulasi bahwa Pemerintah condong akan kembali memperpanjang kontrak TOTAL dan partnernya, Inpex, di Blok Mahakam. Pasalnya, keputusan akhir tentang blok itu memang ada Kementerian ESDM.

Yang jelas, suara-suara yang meragukan kemampuan Pertamina mengelola blok Mahakam terus disuarakan. Salah satunya oleh Ari Sumarno, mantan Direktur Utama Pertamina yang pada masa kepemimpinannya Blok Cepu diserahkan kepada ExxonMobil, Maret 2006.

Ari Sumarno menyatakan bahwa PT Pertamina (Persero) dinilai belum mampu mengelola Blok Mahakam tanpa bantuan operator lain. Pasalnya, dengan aset yang dimiliki saat ini, Pertamina belum juga mampu meningkatkan cadangan minyak dan gas bumi di lapangan milik mereka sendiri.

Ari Sumarno mengatakan Blok Mahakam merupakan lapangan migas yang secara teknis sulit dikelola lantaran terdiri dari dua jenis lapangan, yaitu di darat (onshore) dan di laut (offshore). Dengan begitu, diperlukan teknologi yang lebih rumit dibanding lapangan migas di darat. Demikian ujar Ari kepada wartawan di Jakarta Senin (25/2/2013).

Rudi Rubiandini, mantan Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Migas (SKK Migas) yang sekarang menjadi tersangka korupsi dan gratifikasi, juga menyebut pengelolaan blok Mahakam seperti makan bubur ayam. Pertamina diharuskan belajar ‘makan’ blok Mahakam dari pinggir dan selanjutnya ke tengah.

Kepala BP Migas R Priyono (Juli, 2013) mengatakan, “Jika Pertamina ingin mengelola Blok Mahakam, harus ada masa transisi dulu. Pertamina sementara transisi dulu, biar TOTAL yang jalan.”
Sikap Pemerintah yang mendahulukan perusahaan asing daripada Pertamina menunjukkan kuatnya pengaruh korporasi asing dalam menentukan kebijakan di Indonesia, bahkan dalam pembuatan undang-undang. UU no 22 tahun 2001 tentang Migas menempatkan Pertamina perusahaan milik negara ini sama seperti perusahaan-perusahaan minyak lainnya, yang harus melakukan tender agar bisa mengelola sumur minyak di bumi Indonesia.

Banyak sekali kekayaan negeri Muslim terbesar ini yang diserahkan kepada pihak asing. Penguasa berkolaborasi dengan pengusaha merampas kekayaan rakyat, lalu menyerahkannya kepada pihak asing. Lebih dari 80 persen ladang migas di Indonesia dikuasai oleh pihak asing! Adapun rakyat sebagai pemilik kekayaan alam tersebut tetap dalam kesengsaraan.

Kapitalisasi Kesehatan

Tak cukup menjarah kekayaan alam Indonesia, korporasi dan penguasa di negeri Muslim terbesar ini berusaha mendapatkan uang dari rakyat melalui kapitalisasi kesehatan. Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mengadopsi jaminan kesehatan kapitalistik mulai diberlakukan di Indonesia sejak 1 Januari 2014.

JKN ini membawa seperangkat konsep-konsep yang membius dan menyesatkan, dibangun di atas logika berpikir yang batil. Beberapa prinsip yang dianut program ini di antaranya:
  1. Pelayanan kesehatan harus dikomersialkan.
Konsep ini telah dipaksakan World Trade Organization (WTO) untuk diadopsi dunia, khususnya negara-negara anggota WTO. Layanan kesehatan dimasukkan ke dalam salah satu layanan dasar yang termaktub dalam kesepakatan perdagangan General Agreements Trade in Services (GATS), tahun 1994.
  1. Pembatasan peran Pemerintah sebatas regulator dan fasilitator.
Konsep ini berangkat dari pandangan bahwa institusi penyelenggara asuransi sosial lebih kapabel daripada Pemerintah dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan. German Technical Cooperation Agency (GTZ), sebuah organisasi layaknya perusahaan swasta yang dimiliki oleh Pemerintah Federal Jerman yang aktif membidani kelahiran JKN, menjelaskan, “Ide dasar jaminan kesehatan sosial (Indonesia, JKN) adalah pengalihan tanggung jawab penyelenggaraan pelayan kesehatan dari pemerintah ke institusi yang memiliki kemampuan tinggi untuk membiayai pelayanan kesehatan atas nama peserta jaminan sosial.”

Dalam konteks JKN, institusi yang dimaksud adalah BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan. Tertuang dalam ayat 1 pasal 1, UU No. 24 Tahun 2011, tentang BPJS: “Badan Penyelenggara Jaminan Sosial yang selanjutnya disingkat BPJS adalah badan hukum yang dibentuk untuk menyelenggarakan program jaminan sosial.”

Kewenangan BPJS Kesehatan sangat luar biasa, mulai dari menagih (baca: memaksa) pembayaran dari masyarakat, mengelola dana masyarakat tersebut, sampai dengan mengelola pelayanan kesehatan itu sendiri.

Terkait BPJS Kesehatan, meskipun badan hukum publik, prinsip-prinsip korporasi tetap dijadikan dasar tata kelolanya (Lihat: bunyi butir b Pasal 11 tentang wewenang BPJS). Intinya, BPJS dikehendaki untuk menjadi pengelola finansial dan pelayan publik (kesehatan) sekaligus dengan tetap mengedepankan prinsip korporasi, yaitu mendapatkan profit yang memadai.

UU No. 24 tahun 2011 tentang BPJS membuktikan bahwa Pemerintah Indonesia secara terbuka telah mengadopsi konsep Public Private Partnership/Kemitraan Pemerintah dan Swasta (KPS) sebagai konsep pembangunan dan tata kelola sistem kesehatan dan pelayanan publik pada umumnya.

Di sinilah kita secara gamblang menyaksikan bagaimana negara korporasi mengambil manfaat dan keuntungan yang besar dari dana masyarakat yang dihimpun melalui iuran JKN. Siapa yang diuntungkan? Tentu para pengusaha yang mencukongi para penguasa. Bagaimana dengan kondisi rakyat? Rakyat tetap sengsara.

Apa penyebab kerusakan dan persoalan ini? Semua kerusakan dan persoalan ini terjadi karena penerapan sistem ekonomi liberal di Indonesia.

Berharap pada Pemilu 2014?

Dalam Pemilu 2014, tidak ada satu partai pun yang memandang bahwa sistem ekonomi kapitalis sebagai problem yang membuat rakyat Indonesia menderita. Bahkan kolaborasi politikus dan pengusaha makin menonjol pada Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Golkar, Gerindra, Nasdem, Hanura dan PKB.

Santer dibicarakan, pencalonan Jokowi dari PDIP didukung oleh 9 taipan/konglomerat Cina. Elite PDIP bertemu dengan Dubes Amerika Serikat (AS), Robert Blake, di rumah pengusaha Jacob Soetoyo. Mereka juga bertemu dengan Dubes Vatikan. Jika PDIP berada di puncak kekuasaan maka kolaborasi pengusaha dengan penguasa akan makin kokoh. Jokowi sendiri seorang pengusaha. Dengan demikian negara korporasi di Indonesia akan makin kokoh. Selama ini ekonomi Indonesia sudah dikuasai oleh kelompok Cina perantauan/overseas, dan kini pengaruhnya langsung ke bidang politik.

Bagaimana bila Prabowo yang menjadi RI-1? Prabowo juga memiliki jaringan usaha. Di belakang dia ada pengusaha yang juga adiknya, Hashim Djojohadikusumo.

Partai lain juga tidak jauh berbeda. Sekadar contoh: Aburizal Bakrie, Ketum Golkar; Hary Tanoe, Bos MNC Grup, Wakil Ketua Umum Hanura; Rusdi Kirana, pemilik Lion Grup, Wakil Ketua Umum PKB; Surya Paloh, Bos Grup Metro, Ketua Umum Partai Nasdem. Pimpinan PPP, PKS, PAN, PBB dan PKPI memang bukan pengusaha, namun tidak berarti partai-partai itu steril dari pengaruh para pengusaha.

Jelas, semua parpol makin pragmatis, miskin ideologi (less ideology) dan makin menampakan wajah dan sifat kapitalis liberalistik. Lihatlah bagaimana koalisi dibentuk hanya berdasarkan pragmatisme politik, bagi-bagi kekuasaan dan jabatan, serta berkoalisi untuk calon presiden yang peluang menangnya besar.

Oleh karena itu, alih-alih mengatasi kerusakan, hasil Pemilu 2014 menegaskan bahwa perwujudan Indonesia sebagai negara korporasi akan makin nyata. Kelak, keputusan-keputusan politik dibuat bukan demi kepentingan rakyat, tetapi untuk kepentingan para pebisnis. Kader partai di parlemen hanya akan menjadi alat legitimasi bagi pemuasan syahwat politik-ekonomi elit partai. UU yang sangat liberal-kapitalistik akan lebih banyak lagi bermunculan. Muaranya, rakyatlah yang akan menanggung akibatnya berupa pemiskinan struktural dan kesenjangan kaya-miski yang makin menganga.




 By: Triomacan2000

1. Benarkah umat islam indonesia dijajah oleh kalangannya sendiri ? Kita buka satu2 faktanya ya ..

2. Fakta sejarah : Indonesia diperjuangkan kemerdekaannya oleh 3 kelompok besar : 1. Umat islam 2. Kaum nasionalis 3. Kaum sosialis/komunis

3. Tanpa bermaksud rasis, umat kristen, katolik tdk ambil bagian dalam perjuangan kemerdekaan indonesia. Perannya muncul pasca kemerdekaan

4. Kenapa? Karena umat katolik /kristen Indonesia sebelum kemerdekaan menganggap dirinya beda dgn kelompok mayoritas pribumi jajahan

5. Contoh di Jawa : masyarakat jawa sebelum kemerdekaan terbagi 3 :

1. rakyat jelata yang mayoritas islam/kejawen
2. Kelompok priyayi
3. Kelompok bangsawan, keluarga raja, sultan, adipati dst

7. Raja atau Sultan di Jawa umumnya memeluk agama islam : sebagai agama mayoritas rakyatnya (islam sbg simbol pemersatu)

8. Sedangkan kelompok bangsawan, keluarga kerajaan, priyayi umumnya tdk memeluk agama islam. Kenapa ? Gengsi. Harkat martabat bisa jatuh

9. Masyarakat jawa yg berakar dari hindu, pada awalnya mengenal kasta2 dlm masyarakatnya. Islam masuk ke Jawa membebaskan kasta2 itu

10. Sebab itu, Islam cepat menyebar karena dlm islam tdk ada kasta. Manusia yg paling mulia ada manusia yg paling bertaqwa. Ini ajaran islam

11. Semasa kolonialisme, agama kristen dan katolik mayoritas dianut oleh kaum priyayi, bangsawan, klrg dan kerabat raja.

12. Sedangkan raja atau sultan, tetap memeluk islam sebagai agama kebanyakan rakyatnya. Ini demi kelanggengan kekuasaanya sbg raja

13. Perjuangan kemerdekaan indonesia (bukan mempertahankan atau revolusi kemerdekaan) berawal dari umat islam indonesia yg tdk rela dijajah

14. Karena dalam ajaran islam, perjuangan kemerdekaan menjadi salah satu kewajiban umatnya, lepas dari perbudakan

15. Dalam sejarah dunia, perjuangan kemerdekaan memang hanya efektif jika mendasarkan perjuangannya pada ideologi agama atau komunis

16. Persamaan islam dgn komunis/sosialis adalah cita2 mewujudkan pribadi/ masyarakat yg merdeka, tanpa kelas, Kesejahteraan bersama

17. Dan sejarah dunia mencatat, pergerakan perjuangan kemerdekaan yg militan hanya dapat dipicu oleh paham agama atau konunisme

18. Dalam islam dikenal jihad fissabilillah, dalam komunisme dikenal revolusioner

19. Kembali ke perjuangan kemerdekaan indonesia. Hampir semua perjuangan kemerdekaan dipelopori umat islam, ormas islam, komunis/sosialis

20. Bgmn dgn kelompok nasionalis ? Kelompok nasionalis yg istilah muncul ketika kata "Indonesia"sbg konsep cikal bakal negara telah diterima

21. Kaum nasionalis sejatinya adalah mayoritas umat islam/kejawen/aliran kepercayaan dalam bentuk /indentitas yg lebih "soft"

22. Sedangkan untuk yang lebih radikal, mereka memilih indentitas/bentuk komunisme dan sosialisme sbg ideologi perjuangannnya

23. Sementara itu, fakta sejarah menyebutkan kaum kristen/katolik tdk ambil bagian dlm perjuangan kemerdekaan indonesia

24. Kalau pun ada jumlahnya minim, 1-2 atau segelintir saja. Kenapa? Karena umat kristiani tdk menganggap diri mereka sbg kaum jajahan

25. Pada jaman kolonialisme belanda, masyarakat di indonesia di bagi 3 golongan besar kelas : kelas I eropa, kelas II cina dan timur jauh,

26. 3) kaum pribumi atau inlander atau masyarakat jajahan.
Dan kaum pribumi dibagi 3 : bangsawan, priyayi/amtenaar dan rakyat jelata

26. Awal perjuangan kemerdekaan indonesia sampai RI ada atau indonesia merdeka hanya dipelopori umat dan ormas islam, nasionalis, komunis

27. Plus sedikit kaum priyayi /amtenar yang mau ikut perjuangan kemerdekaan indonesia. Sembunyi2. Satu dua yg terbuka ikut serta berjuang

28. Oh ya lupa, terminologo "islam" disini jangan dipersepsikan atau analogikan seperti islam di tanah arab. Islam di indonesia itu khas

29. Sementara itu golongan katolik dan kristen, utamanya di Jawa tdk merasa sbg kelompok atau rakyat jajahan. Merasa bagian dari kolonial

30. Umat islam, nasionalis dan komunis/sosialis menjadi pelopor kemerdekaan RI dan terbentuknya negara RI. Mereka pemilik sejati NKRI

31. Karena sebagian rakyat indonesia timur keberatan paham ideologi islam nasionalis yg mendeterminasi pancasila, umat islam RI mengalah

32. Demi menghindar perpecahan dan karena cita2 utk mewujudkan harmonisasi sbg satu bangsa, umat islam mengalah

33. Umat islam Indonesia pendiri republik ini mengalah menghilangkan 7 kata pada sila pertama Pancasila, yg dikenal dgn piagam Jakarta

34. Lalu, kenapa umat islam akhirnya seperti sekarang ini? Tersingkirkan, dicemooh, dicaci maki, dihujat, dimarginalkan, dimiskinkan, ?

35. Kenapa umat islam dikambinghitamkan oleh berbagai tuduhan teroris yg adalah rekayasa sekelompok orang anti islam?

36. Kenapa umat islam Indonesia skrg jadi kaum pinggiran, di comberan, tdk punya peran siginifikan dlm menentukan nasib sendiri & negara?

37. Kenapa minim sekali umat islam yg menjadi tuan di negara yang dia merdekakan dan lebih banyak menjadi kaum jajahan kelompok kapitalis?

38. Kenapa umat islam si pemilik republik ini malah jadi kelompok kusta paria sudra .,sama saja seperti saat Indonesia blm merdeka ?

39. Mari kita bahas secara singkat ... Untuk pencerahan..aufklarung, enlightenment ..
40. Umat islam Indonesia hanya ingin diperlakukan adil proporsional objektif. Mayoritas tapi tdk jadi tirani atau diktator

41. Umat islam yang mayoritas di Indonesia, ketika berhasil memerdekakan Indonesia, tetapi tdk mampu mengisi kemerdekaan Indonesia. Knp?

42. Selama ratusan tahun di jajah, pribumi (muslim) tdk mendapat kesempatan berkecimpung di dunia usaha. Umumnya jadi kuli/budak jajahan

43. Sektor niaga, usaha, ekonomi yang utama/primer dikelola penjajah dan kaum eropa, yg kecil menengah diserahkan pada bangsa timur jauh

44. Kaum timur jauh awalnya didominasi bangsa arab dan india, sedangkan cina yg awalnya adalah juga kelompok kuli, diberi peran setelah itu

45. Kata "KOELI" sendiri artinya adalah budak atau buruh cina, yg dibawa oleh belanda dan eropa utk jadi pekerja kasar di Indonesia

46. Ketika ekonomi dan bisnis kolonialis makin berkembang terutama dgn booming hasil2 perkebunan, penjajah kekurangan org di sektor niaga

47. Kebijakan kolonial melarang pribumi berusaha, berdagang, bahkan jadi guru pun awalnya tdk boleh, kecuali guru ngaji. Pribumi harus bodoh

48. Pendidikan utk pribumi mulai dilonggarkan ketika agta parlemen di belanda mulai protes thdp nasib kaum pribumi jajahan di Hindia Belanda

49. Akhirnya atas maklumat Ratu, diterapkan politik etis di hindia belanda, kira2 thn 1850 (kalau ga salah.sdh lama ga ngajar sejarah hukum)

50. Namun, tetap saja sektor niaga terlarang dan pendidikan sangat terbatas. baru mulai sedikit terbuka utk pribumi (islam) setelah 1905

51. Sektor ekonomi tetap dipertahankan penjajah dikuasai eropa, arab, cina dan india. Kakek sy pernah ceritakan bgmn sulitnya izin berniaga

52. Kakek saya yg pedagang, kisahkan bgmn jatah kain, garam dan tembakau yg begitu sedikit diberi penjajah. Beda dgn bangsa asia timur

53. Belanda memang tdk pernah izinkan pribumi berdagang dg bebas. Sementara asia timur (cina) yg awalnya kuli diberi ruang sangat besar

53. Itukah sebabnya muncul perlawanan terhadap diskriminasi ekonomi yg diterapkan belanda itu, diantaranya dgn lahirnya serikat dagang islam

54. Itulah sebabnya muncul perlawanan thdp diskriminasi ekonomi yg diterapkan belanda itu, diantaranya dgn lahirnya serikat dagang islam/SDI

55. Sebelum kita lanjutkan, lihatlah mention kami, mulai rame bajingan2 itu menuduh macam2 ke kami, pdhl kami bicara fakta sejarah ! Hehe

56. Mereka adalah kelompok antiislam, islam hater's yg tdk ingin islam diperlakukan adil di republik ini. Mrka musuh2 kita semua.

57. Kita lanjutkan..

Umat islam indonesia tertinggal ratusan tahun dibanding saudara2nya yg non muslim apalagi yg keturunan cina.
58. Ketika Indonesia merdeka, siapa yg mengisi pemerintahan, birokrasi, sektor usaha, BUMN, dll ? Mayoritas bukan umat islam. Terpaksa
59. Hanya di pucuk pimpinan saja, umat islam menjadi penguasa : soekarno - hatta, di level menengah dan sektor usaha, tidak. Ga ada SDM
60. Meski ada program BENTENG, namun belum terseok2 karena dikontaminasi kaum cina dgn menyuap pribumi2 yg mendapat konsesi ekonomi
61. Dominasi kelompok non islam di Indonesia terus dipertahankan dan berkembang luar biasa sejalan dgn kebijakan orde baru Suharto
62. Regim Suharto meniru konsep amerika latin, dgn mengerdilkan peran pribumi (islam) pada sektor ekonomi dan pengelolaan sumber daya alam
63. Strategi ini dijalankan hingga thn 1990, atau 23 tahun masa kekuasaan suharto. Konsesi2 ekonomi diberikan kepada kaum cina Indonesia
64. Tujuanx utk menghindarkan terbentuknya kelas ekonomi menengah atas pribumi, yg jika sdh kaya raya sejahtera dikhawatirkan ingin berkuasa
65. Strategi Suharto itu suskes mengerdikan ekonomi pribumi. Tdk ada kelas menengah atas pribumi Indonesia sampai thn 1990. Semuanya cina
65. Suharto paham teori maslow dimana jika manusia sdh sejahtera, maka ia ingin aktualisasi diri utamanya berkuasa. Copy paste amerika latin
66. Strategi suharto seolah2 pemerintah ORBA mendiskriminasi etnis cina, padahal memberikan konsesi ekonomi luar biasa kepada tionghoa/cina
67. Karena dgn kebijakan ORBA itu, sekaya apapun etnis cina, UU melarangnya menjadi presiden, apalagi UUD45 pun jelas : harus indonesia asli
68. Oleh Suharto, Konsesi ekonomi, hak istimewa dlm bidang ekonomi hny pada dua kelompok : BUMN dan etnis cina
69. Konsesi itu antara lain : izin ekspor, impor, distribusi, pengelolaan SDA, monopoli barang2 strategis, pangan, perbankan dll. Semua
70. Prof Dr, Bustanil Arifin pada Forum Ekonomi Asia 1997 menyampaikan hasil risetnya : 87% kekayaan ekonomi RI dikendalikan etnis cina
71. Mahatir Muhamad, penggagas hak istimewa bumi putera/malaysia pada 2010 mengatakan : 93% ekonomi RI dikendalikan etnis cina
72. Pribumi (baca : mayoritas adalah umat islam) menjadi comberan, keset, jongos, komplemter, kaum tertindas/marginal di Indonesia : FAKTA !
73. Suharto baru mengkoreksi kebijakannya ketika Ibu Tien dan Pak Harto masuk islam, 1989-1990. Dimulai dgn lahirnya ICMI dan peran dibuka
74. Ibu Tien yang ningrat keraton solo itu awalnya katolik, pak harto awalnya kejawen bhirawa. Masuk islam dgn kesadaran sendiri &naik haji
75. Ada dua tokoh yang berjasa dalam mualafnya Bu Tien, Pak Harto dan keluarga cendana : Prabowo Subianto dan some body that she still OTR
75. Pak Harto &bu tien sdh masuk islam, namun peran islam di sektor ekonomi blm juga signifikan. Pak Harto tunjuk Ginanjar sbg Menmud UPPDN
76. Pak Harto &bu tien sdh masuk islam, namun peran islam di sektor ekonomi blm juga signifikan. Pak Harto tunjuk Ginanjar sbg Menmud UPPDN
77. Tapi tetap saja upaya memberdayakan umat islam indonesia gagal, kenapa? Disabotase oleh konglo2 cina yg sdh mengakar dan jadi penguasa
78. Bayangkan saja, Prayogo Pangestu yang ngomong indonesianya celat dan terpatah2, diberi konsesi 5 juta hektare hutan utk industri kayunya
79. Liem Sioe Liong ayah antony salim mendapat konsesi 3 juta hektare hutan dan perkebunan. Juga si eka cipta widjaja (ingat bimoli & filma)
80. Satu2nya pribumi yg dapat konsesi lahan 3 juta hektare adalah hashim/prabowo.. Gimana tuh? Jadi apa skrg tanah 3 juta ha itu? Hehe
81. Seluruh sektor ekonomi sdh dikuasai cina, mulai dari jaman kolonial, orla dan orba. Juga jaman reformasi ini. Skrg cara mereka halus
82. Sabotase etnis cina cq konglo cina cq yayasan prasetya mulya adalah dgn mengabaikan permintaan pak harto utl bantu koperasi & UKM
83. Pak Harto mengundang konglo2 cina bajingan itu ke Tapos, mohon pribumi/UKM/kop dibantu dgn sisihkan 2.5% bagian laba mereka. DITOLAK !
84. Pak Harto kaget, shock ! 30 tahun dibantu & dibesarkan hingga jadi triliuner dunia, para konglo yg tergabung dlm prasetya mulya menolak
85. Pak Harto marah besar, dia lalu mulai beri konsensi terhadap muslim, di politik ada habibie cs, di ekonomi adisasoni, ginanjar cs
86. Ginanjar lalu mulai membangun / memajukan pengusaha pribumi, dimulai dari jaringan pengusaha ITB, HMI, PMII, Ansor, Muhammdiyah, NU dst
87. Namun, ternyata upaya itu dihancurkan oleh kelompok konglo cina, dgn menggunakan uang dan semua sumber daya mrka, terutama via opini
88. Adi Sasono bahkan dituduh the most dangerous man in the world oleh majalah TIME. Konglo cina RI, cina connection bersatu hancurkan RI
89. Puncaknya, Suharto dan NKRI dihancurkan secara sistematis melalui PERAMPOKAN 600 triliun lebih pada sektor perbankan dgn korupsi BLBI
90. Perampokan BLBI 600 Triliun menyebabkan NKRI collaps, bangkrut, terpaksa pinjam IMF dan kedaulatan ekonomi RI lenyap via LOI IMF - RI
90. Selain kedaulatan ekonomi RI musnah, perampokan BLBI itu juga yg sebabkan RI harus bayar utang via APBN s/d thn 2032
91. Umat Islam RI hny ingin diperlakukan adil. Jangan dijadikan budak dan objek penderitaan semata2. Tdk diperdaya oleh hegemoni etnis cina
92. Apakah adil jika SDA RI, migas dll dikuasai oleh etnis cina, asing, pribumi non muslim dan sekutu2nya? Lihat BP/SKK Migas, BPH Migas
93. Puluhan tahun sektor migas RI : PUSAKA NKRI yg seharusnya utk kesejahteraan rakyat dikorupsi oknum2 non muslim berkolusi dgn cina/asing
94. Lihat BP/SKK Migas, siapa pejabat2 disana? 95% non muslim. Dan ketika Rudi Rubiandini yg muslim jadi Ka SKK Migas, dia dijebak, mampus !
95. KPK menjebak Rudi R atas perintah setya novanto/prijono, dibantu lambok, chandra, widjanarko, waryono K, marteen cs semua nonmuslim
96. Masih mending Rudi hanya dijebak dan dipenjarakan, lihat nasib senior kami tercinta, orang lurus dan jujur.. Widjajono PW mati dibunuh
97. Hanya 3 minggu sejak mas widjono partowidagdo ungkap mafia migas, batubara dan tambang, beliau mati mendadak ketika mendaki gunung
98. Untuk kakanda Widjajono dan Rudi Rubiandini...kami mengheningkan cipta .. Semoga Allah melindungi di alam baka dan di penjara ..aamin
99. Republik ini milik siapa ?! Indonesia ini pny siapa ? Apakah kita harus mengemis merangkak hanya utk restu dan minta setuju nama capres?
100. Apakah rakyat hanya menumpang hidup atau jadi anak kost di negeri sendiri? Di negeri yang tanahnya dibanjiri darah ayah, kakek kita?
101. Lihatlah bagaimana para durjana merampo 6.85 Triliun dgn mudahnya dan @KPK_RI diam saja >> http://t.co/qgOZkdzTxh"
102. Lihatlah bgmn BUKTI KORUPSI TRILIUNAN DI BP MIGAS dan SKK Migas ini tak berarti apa2 bagi @KPK_RI jongos mafia http://t.co/nnX7fy7k5q

103. Lihatlah bgmn kasus korupsi di @KPK_RI dijadikan barter bisnis oleh mafia KPK >> http://t.co/L3WHIEfqyY
104. Lihatlah rakyat Diminta Jangan Rasis, Karena Etnis Cina Mau Kuasai DKI dan NKRI http://t.co/T6vzkiCaKI
105.Lihat NKRI dirampok triliunan nonmuslim Prijono, widjanarko, purnomo, watjik cs ..maafkan kami krn terpaksa rasis http://t.co/NNfjjvlR2w
106. Maafkan kami krna kami kritis : Kasus-kasus Migas Dilindungi Mafia KPK : http://t.co/NMPDw3mTV3
108. Maafkan kami yang marah karena negeri ini dirampok setiap hari oleh mafia2 republik indonesia, jongos cina &AS http://t.co/7imdoT3jAd
109. Maafkan kami jika kami terus bersuara meski diancam bunuh dan kehilangan nyawa ! http://t.co/hgTEZd6j6b
109. Maafkan kami yang tidak rela negeri ini dirampok US$ 3 miliar atau 35 triliun oleh Prijono cs dan ExxonMobil AS http://t.co/G4x0oSM3ye
110. Maafkan kami karena menjadi islam nasionalis yg tdk mau jadi pengemis tapi teriak dan kritis selamatkan NKRI http://t.co/EIhEpRFOwu
111. Maafkan kami tdk terima ulah Prijono, Purnomo, johanes widjanarko cs dan si cina honggo W merampok NKRI di TPPI http://t.co/f90XVr0joN
112. Si Honggo cs ini sdh merampok 17 Triliun melalui TPPI, rampok lagi US$ 600 juta. Kurang? Nambah lagi US$ 203 jt http://t.co/oqyaaw3HBj
112. Honggo si cina perampok negara di TPPI kolusi dgn pejabat2 BP/SKK Migas, ESDM.,koalisi rampok faksi nonmuslim RI http://t.co/pIpVJeVP4D
113. Kalau non muslim RI merasa umat islam RI adalah saudaranya juga, kenapa tidak membela ? Kenapa malah memusuhi kami dgn menuduh rasis?
114. Umat Islam Indonesia BUKAN musuh non muslim. Umat islam tdk pernah anggap non muslim sbg musuh. RI tdk pernah perang antaragama. Aamin
114. Lihatlah siapa tokoh yang kami jadikan pic diblog ini.. Lihatlah siapa yg merampok SDA RI >> http://t.co/zKJvPH5GQl
115. Lihatlah siapa tokoh yang kami jadikan pic diblog ini.. Lihatlah siapa yg merampok SDA RI >> http://t.co/zKJvPH5GQl
116. Lihatlah bgmn tokoh2 islam dijerat dijebak dikriminalisai ... http://t.co/lz6u8jVZyV
116. Apakah umat islam tdk boleh ikut tinggal di rumah NKRI ? Apakah menuntut hak itu melanggar Hukum & hak asasi? http://t.co/hOnO7JoDNU
117. Apakah TIDAK CUKUP pengkhianatan demi pengkhianatan dilakukan konglomerat cina thdp NKRI? http://t.co/2dNWVW6sUG
118. Apakah umat islam dan pribumi tdk boleh marah ketika Indonesia ini dirampok konglo cina dan sekutu2nya? http://t.co/65Zb0zZdcZ
119. Apakah fakta ini tdk boleh disebarluarkan? "Konspirasi Menjatuhkan Soeharto Karena Menentang Rencana KG" http://t.co/hZSQdBrIMC
120. Benarkah Suharto adalah agen KG yg jatuhkan Bung Karno? di http://t.co/oPoXq2c5zZ

TIDAK ! Konspirasi Global pelakunya, demi SDA RI

121. Baca baik2 agar anda mengerti, dan tidak menjadi korban OPINI buatan KG musuh bangsa dan negara > http://t.co/5zXPzapy8W

122. Karena kebenaran adalah abadi dan dia akan temukan jalannya sendiri .. Krna kebenaran adalah hakiki, dia akan jadi musuh pengkhianat RI

123. Kesejahteran rakyat adalah hukum yang tertinggi dan kami berjuang untuk kesejahteraan pribumi, pemilik sejati REPUBLIK INI. MERDEKA !

Namanya saja "Pesta". Rakyat disuguhi berbagai hiburan disana-sini. Ada umbul-umbul dan gambar2 orang di pinggir jalan. Ada penyanyi dangdut yang siap goyang ngeborr, menghibur orang-orang yang datang. Entah yang bawa anak kecil atau kagak. Trus, ada pawai motor-motoran, bebas beratraksi, bebas mengeraskan suara knalpot, gak pake helm, asal ramai dan bawa bendera partai. Dan yang lebih penting lagi, ada bagi2 amplopnya nasi bungkus dan nasi amplopnya lagi. Coba kalo begini sepanjang tahun, mungkin semua rakyat indonesia jadi terhibur. :D

Pesta Demokrasi ini Pesta yang paling boros, coba saja hitung jika tiap caleg pusat saja rata-rata menghabiskan dana ratusan juta. belum dana yang dikeluarkan oleh partai, untuk biaya nyewa dangdut, biaya konsumsi, biaya untuk para "relawan", dsb.Bayangkan berapa ratus kali mereka mengiklankan di TV2 swasta dan media-media berskala nasional, berapa biaya iklan yang mereka butuhkan? dipastikan ratusan milyar hingga triliunan yang dikeluarkan parta-partai besar untuk memenangkan "Pesta" Demokrasi. Hehehe :D , diperkirakan jumlah keseluruhan dana yang dikeluarkan untuk Pemilu 2014 ini jauh di atas nilai 40 Triliunan. woowww !! :D 

Belum lagi kita menghadapi "Pesta-pesta" Demokrasi berskala kecil lainnya, seperti pemilihan Gubernur, Pemilihan Walikota/Bupati, Sampai pemilihan Kades, diperkirakan jumlahnya mencapai 500'an Triliun total yang dikeluarkan untuk membiayai berbagai pesta selama selang waktu hanya 5 tahun.  

Apakah, besarnya dana itu menjamin akan terpilihnya wakil-wakil dan pemimpin rakyat yang berkualitas? Hampir semuanya bersepakat, bahwa semakin besar uang yang dikeluarkan semakin besar pula kemungkinan buruknya kepemimpinan. Logikanya mudah, jika gaji rata-rata bupati saja hanya belasan juta, bagaimana mungkin dapat "mengembalikan modal kampanye"? :D partai politik harus dilihat juga sebagai mesin bisnis juga, diusahakan pemasukan sebesar mungkin dari modal yang dikeluarkannya. Proyek ini itu, dikasih ke kelompok penyokongnya sudah lazim terjadi.

Misalnya, proyek Transjakarta senilai 1,5 T dilimpahkan kepada salahsatu Tim Sukses Jokohok, sebagai "balas budi" dari bentuk dukungannya. Tak mungkin lah sekelas Gubernur-Wagub, gak tau mekanisme proyek triliunan dari APBD. ^_^ . udah ya sampe disini capek nulisnya tau !! :D